Pau Gasol Kangen Melihat Lakers Bawa Piala. Menjelang musim NBA 2025-26, suara legenda Los Angeles Lakers Pau Gasol kembali bergema melalui podcast Bloomberg pada 23 September 2025. Mantan bintang Spanyol itu tak sembunyikan kerinduannya melihat tim lamanya angkat trofi Larry O’Brien lagi, terutama untuk kejar ketertinggalan dari rival abadi Boston Celtics. “Saya harus bilang Lakers,” ujar Gasol, soroti perlunya timnya samakan rekor 18 gelar Celtics yang baru saja diraih 2024. Ini bukan sekadar nostalgia; Gasol, yang pensiun 2021, tetap dekat dengan franchise—baru saja beri nasihat ke LeBron James dan Anthony Davis untuk fokus musim ini. Dengan roster baru pasca-trade Luka Doncic Februari 2025 dan pelatih JJ Redick, Lakers punya peluang, tapi paceklik gelar lima tahun bikin Gasol gelisah. Crypto.com Arena rindu gemuruh juara, dan Gasol jadi suara fans yang haus kemenangan. BERITA BOLA
Siapa Itu Pau Gasol: Pau Gasol Kangen Melihat Lakers Bawa Piala
Pau Gasol Sáez, lahir 6 Juli 1980 di Sant Boi de Llobregat, Spanyol, adalah pionir basket Eropa di NBA yang ubah sejarah Lakers. Mulai karir di FC Barcelona sejak remaja, ia pindah ke AS draft 2001 sebagai pick ketiga oleh Atlanta Hawks, tapi langsung trade ke Memphis Grizzlies. Di sana, musim rookie 2001-02 ia rata 17,6 poin dan 8,9 rebound, Rookie of the Year, dan tiga kali All-Star (2006, 2009-2011). Tapi, Grizzlies stuck rebuild, dan 1 Februari 2008, trade blockbuster bawa ia ke Lakers tukar Kwame Brown, Javaris Crittenton, hak draft Marc Gasol (adiknya), dan dua first-round pick.
Di Lakers, Gasol duet sempurna dengan Kobe Bryant—mereka bahkan obrol Spanyol di lapangan untuk keuntungan kompetitif. Musim 2007-08, ia bantu tim ke Final NBA, kalah dari Celtics. Lalu, ledakan: 2009 juara atas Orlando Magic 4-1, Gasol catat 18,6 poin dan 9,2 rebound playoff; 2010 balas dendam vs Celtics 4-3, ia MVP Game 7 dengan 19 poin dan 18 rebound. Total enam setengah musim di LA, rata 17,7 poin, 9,8 rebound, 3,2 assist, dan 1,6 blok per laga. Enam All-Star, tiga All-NBA, jersey No. 16 pensiun Maret 2023 di samping Kobe—ia bilang saat itu, “Ini melebihi mimpi apa pun.” Pensiun 2021 setelah main Bulls dan Bucks, Gasol Hall of Fame 2023, dan kini FIBA VP, plus filantropis via Gasol Foundation untuk kesehatan anak. Di 45 tahun, ia ikon Lakers yang bawa dua gelar ke-16 dan 17.
Kapan Terakhir Kalinya Lakers Mengangkat Piala NBA
Terakhir kali Lakers angkat piala NBA adalah 11 Oktober 2020 di bubble Orlando, saat kalahkan Miami Heat 4-2 di Final—gelar ke-17 franchise. Dipimpin LeBron James (Finals MVP dengan 29,8 poin, 11,8 rebound, 8,5 assist) dan Anthony Davis, tim itu tak terkalahkan di kuarter keempat playoff (8-0). Itu akhir musim 2019-20 yang terganggu pandemi, dan gelar pertama LA sejak back-to-back 2009-10. Sejak itu, paceklik panjang: 2021 kalah semifinal Barat vs Suns; 2022 play-in; 2023 konferensi final vs Nuggets; 2024 tersingkir ronde pertama vs Thunder; 2025 play-in lagi, finis ke-9 Barat dengan rekor 41-41.
Paceklik ini bikin Lakers tertinggal Celtics 18-17, rekor yang diraih Boston Juni 2024 atas Mavericks 4-1. Di era LeBron (sejak 2018), hanya satu gelar meski tiga Final. Cedera, trade gagal seperti Russell Westbrook 2021, dan rebuild gagal bikin fans frustrasi. Musim 2025-26, dengan Luka Doncic (trade dari Mavs Februari 2025) duet LeBron, plus tambahan Klay Thompson offseason, Lakers favorit Barat (+800 odds), tapi tekanan tinggi—mereka butuh gelar untuk samakan rival.
Apa yang Membuat Pau Gasol Kangen Melihat Lakers Juara
Kerinduan Pau Gasol pada gelar Lakers datang dari warisan pribadi dan rivalitas abadi. Di podcast Bloomberg 23 September 2025, ia bilang: “Kami tertinggal satu lagi dari Celtics, jadi saya pilih Lakers. Tapi tim mana pun yang saya mainkan, saya ingin lihat mereka juara—termasuk Grizzlies.” Ini bukan omong kosong; Gasol main di Final tiga kali berturut 2008-10, kalah 2008 vs Celtics yang bikin ia lapar balas dendam—ia clutch di Game 7 2010 dengan 19 poin dan 18 rebound untuk menang 83-79. Gelar itu puncak karirnya, duet Kobe yang ia sebut “saudara”—mereka raih chemistry instan, Gasol panggil “Kung Pow” oleh Kobe.
Kini, di 45 tahun, Gasol kangen euforia itu: “Saya ingin lihat Lakers deliver harapan itu.” Ia baru beri nasihat ke tim 21 September: fokus musim ini, bukan masa depan, ingatkan era 2008 saat ia gabung di tengah transisi dan bawa dua gelar. Rivalitas Celtics bikin lebih personal—ia kalah 2008, menang 2010, dan kini Celtics unggul. Plus, jersey pensiun 2023 di samping Kobe bikin ikatan abadi; ia hampir menangis saat upacara, bilang “Saya rindu Kobe dan Gigi.” Sebagai VP FIBA, Gasol lihat NBA global, tapi hati tetap purple and gold—ia excited Luka Doncic jadi anchor baru, tapi haus trofi untuk Buss family yang anggap ia “keluarga sendiri.”
Kesimpulan: Pau Gasol Kangen Melihat Lakers Bawa Piala
Pau Gasol kangen lihat Lakers angkat piala bukan sekadar nostalgia, tapi dorongan untuk samakan Celtics dan hormati warisan Kobe. Dari trade 2008 yang ubah nasibnya jadi legenda dua gelar, ia tetap suara setia yang ingatkan tim fokus sekarang. Musim 2025-26 dengan Luka-LeBron bisa jawab kerinduannya, tapi paceklik sejak 2020 uji kesabaran. Crypto.com Arena butuh gemuruh lagi, dan Gasol wakili jutaan fans: Lakers pantas juara. Saat bola dilempar 22 Oktober, semoga trofi kembali ke LA—untuk Pau, Kobe, dan Purple and Gold selamanya.