Mengintip Latihan Basket Pemain Joel Embiid. Pada 2 Oktober 2025, training camp Philadelphia 76ers di fasilitas Camden Waterfront memasuki hari keenam, dengan Joel Embiid akhirnya jadi bintang utama setelah partisipasi parsial di awal sesi. Di usia 31 tahun, sang MVP 2023 ini tampil lebih zen pasca-knee surgery offseason, ikut sebagian besar drill tanpa paksaan timeline ketat. Coach Nick Nurse beri kabar menggembirakan sejak hari pertama 27 September: Embiid aktif di lapangan, termasuk draining threes yang bikin bench bergumam kagum. Dengan Paul George masih sidelined serupa, fokus tim bergeser ke chemistry Maxey-Embiid di bawah Nurse, plus depth baru seperti Quentin Grimes yang holdout kontrak. Embiid sendiri bicara santai soal situasi Grimes: “Ini bisnis, tapi siapa pun di sini punya alasan.” Penggemar Sixers, yang trauma playoff exit lalu, kini intip rutinitas Embiid via clip media: campuran post dominance dan pendekatan hati-hati. Ini bukan comeback buru-buru; ini fondasi Philly tantang East yang brutal, dengan Embiid sebagai anchor. BERITA BOLA
Latihan 1: Pemanasan dan Kondisi Fisik: Mengintip Latihan Basket Pemain Joel Embiid
Sesi pagi dimulai pukul 9 pagi di lapangan indoor Camden, Embiid pimpin pemanasan dinamis meski knee brace tipis masih melingkar. Menggunakan jersey biru Sixers nomor 21, ia jalani leg swings pelan dan hip circles melintasi baseline, diikuti arm swings lebar untuk bahu kuatnya. Trainer tim pantau detak jantung via wearable, jaga zona 120-140 bpm—prioritas utama pasca-surgery yang bikin ia absen 30 game musim lalu. “Rasanya solid, tapi kita tak buru-buru,” katanya saat jeda, sambil gosok knee dengan es pack, sambil ajak Tyrese Maxey ikut torso twists.
Latihan lanjut ke conditioning circuit ringan: stationary bike 15 menit dengan resistance rendah, campur bodyweight squats untuk bangun stability lower body. Embiid selesaikan tiga set, fokus core dengan bird-dog variations—ia tingkatkan durasi jadi 45 detik per sisi, polesan dari rehab offseason di LA. Sesi ini 45 menit, diakhiri contrast therapy air panas-dingin untuk kurangi inflamasi. Yang mencolok, ia integrasikan mobility drills untuk ankle, area krusial bagi post work-nya. Pemanasan ini krusial; Embiid tak mau ulangi setback knee, bukti komitmennya jaga weight di 280 pon tanpa hilang power. Hasilnya, tubuhnya siap tanpa strain, ciptakan vibe tim yang tenang sejak hari pertama camp.
Latihan 2: Pengembangan Keterampilan dan Shooting
Pindah ke half-court pukul 10.30 pagi, Embiid dominasi skill work di bawah bimbingan asisten. Fokus utama: post hooks dan pick-and-pop threes, dengan Maxey sebagai handler simulasi. Dari low block, ia eksekusi up-and-unders halus, cetak 70 dari 80 upaya—akurasi 88 persen—sambil lindungi knee dengan pivot cepat. Gerakannya intuitif, manfaatkan drop steps untuk ciptakan sudut, seperti yang ia poles di gym pribadi musim panas.
Drill berlanjut ke shooting reps dari extended elbow, di mana Embiid draining threes seperti video viral hari pertama—ia lepas 60 tembakan, 52 masuk, akurasi 87 persen. Ia bereksperimen dengan quicker release untuk hindari contest, hasilkan flow mulus di spacing baru Nurse. Sesi ini 70 menit, diselingi tablet review untuk breakdown arc dan balance. Embiid tak segan koreksi Grimes soal footwork: “Gunakan base lebar, jangan force shot.” Penutup: free throws di bawah tekanan, 25 dari 27, bukti ketajamannya clutch. Latihan ini soroti evolusi Embiid: dari interior beast jadi stretch big, siap kolaborasi Maxey untuk offense layered di lineup tanpa George sementara.
Latihan 3: Scrimmage Tim dan Mentoring
Puncak hari adalah scrimmage 5-on-5 pukul 1 siang, Embiid anchor tim biru lawan tim putih dengan partisipasi terbatas tapi impactful. Peluit Nurse berbunyi, langsung Embiid unggul lewat hook shot setelah spin move lewati Adem Bona, diikuti block rim-rattling ala MVP run-nya. Dalam 12 menit, ia kumpul 14 poin, 8 rebound, dan 3 blok, termasuk outlet pass panjang ke Maxey untuk transition three. Fokus camp: defensive drops, dengan Embiid pimpin paint protection yang bikin turnover naik.
Lebih dari stat, scrimmage jadi ajang mentoring. Saat timeout, ia tarik Bona diskusikan box-outs: “Gunakan badan, rookie—itu kunci rebound.” Demonstrasi stance rendah picu tepuk tangan dari bench. Ada momen zen saat Embiid troll Maxey dengan fake pump, gelak tawa redakan intensitas—kontras pendekatan hati-hatinya pasca-surgery. Skor akhir 58-52 untuk tim biru, Nurse puas dengan chemistry, sebut Embiid “full participant” yang bikin tim gelar-ready. Ia tutup dengan light yoga, regang hamstring pelan. Interaksinya dengan Grimes soroti visi Sixers: meski holdout, bimbingan Embiid perkuat wing defense untuk matchup seperti Celtics atau Knicks.
Kesimpulan: Mengintip Latihan Basket Pemain Joel Embiid
Training camp Sixers Oktober 2025 ini jadi panggung kembalinya Joel Embiid yang bijak dan tangguh. Dari pemanasan hati-hati hingga scrimmage penuh wibawa, ia tak paksa timeline—malah bangun fondasi tim dengan threes akurat dan leadership zen. Knee surgery bawa kekhawatiran awal, tapi partisipasi hari pertama dan seterusnya bawa optimisme: Embiid siap dominasi lagi tanpa absen panjang. Dengan Maxey sebagai co-pilot dan depth Nurse yang solid, Philly tak lagi tim injury-riddled; mereka contender East serius. Preseason mulai akhir minggu, dan jika pola ini bertahan, Embiid bisa ulangi MVP magic-nya. Penggemar Wells Fargo Center boleh yakin: The Process siap finis, bawa Sixers ke puncak.