Lamelo Ball Membawa Hornets Kalahkan Wizards. Malam 26 Oktober 2025 di Spectrum Center, Charlotte, berubah jadi pesta bagi Charlotte Hornets setelah mereka kalahkan Washington Wizards dengan skor 112-105 di pekan kedua NBA musim 2025/2026. LaMelo Ball, point guard berusia 23 tahun yang kembali fit total pasca-cedera musim lalu, jadi pahlawan utama dengan 32 poin, 10 assist, dan enam rebound—triple-double near-miss yang picu euforia fans. Kemenangan ini bukan cuma tambah poin kedua bagi Hornets yang start 2-1 di Timur; ini momentum krusial untuk tim yang bangun ulang di bawah pelatih Charles Lee. Wizards, yang finis play-in tahun lalu, tampil gigih tapi mandul di kuarter akhir, kalah 28-20 di segmen itu. Ball, dengan senyum lebar usai laga, bilang: “Ini tim kami—kami lapar, dan malam ini bukti.” Di liga yang penuh kejutan seperti NBA, performa Ball ingatkan bahwa talenta seperti ia bisa angkat tim underdog ke level baru, terutama saat Hornets haus playoff pertama sejak 2016. BERITA BASKET
Jalannya Pertandingan yang Penuh Comeback: Lamelo Ball Membawa Hornets Kalahkan Wizards
Dari peluit awal, laga ini langsung panas seperti duel playoff dini. Wizards buka unggul 12-4 berkat tembakan tiga Jordan Poole di menit pertama, tapi Hornets balas dengan run 14-6 dipimpin Ball yang kuasai pick-and-roll dengan Miles Bridges. Kuarter pertama tutup 32-30 untuk tuan rumah, di mana Lee sudah terapkan pressing tinggi yang bikin Washington turnover empat kali. Babak kedua tambah sengit: Wizards ambil alih lewat isolasi Kyle Kuzma yang sumbang 15 poin awal, unggul 62-58 di half-time setelah Kuzma hook shot akurat lawan Mark Williams.
Kuarter ketiga jadi momen Ball: ia cetak 12 poin segmen itu, termasuk step-back triple yang balikkan skor dari tertinggal delapan jadi unggul lima di menit ke-30. Wizards sempat samakan 85-85 lewat dunk Tyus Jones, tapi steal Ball yang berujung fast break Bridges hentikan momentum. Kuarter keempat penuh drama: Washington unggul 95-92 di menit ke-40, tapi Ball jawab dengan and-one layup dan assist ke Grant Williams untuk triple yang angkat skor jadi 105-100. Hingga peluit akhir, Hornets unggul tembakan 46 persen akurat, rebound 45-40, dan turnover rendah cuma 11—bukti taktik Lee yang fokus transisi cepat dan defense switching. Ini kemenangan gritty, di mana setiap kuarter beri pelajaran, tapi visi Ball yang bikin perbedaan dari awal hingga akhir.
Performa LaMelo Ball yang Jadi Kunci Kemenangan: Lamelo Ball Membawa Hornets Kalahkan Wizards
LaMelo Ball malam itu seperti versi upgrade dari dirinya musim lalu, di mana cedera pergelangan bikin ia absen 30 laga. Ia cetak 32 poin tertingginya musim ini dari 11-dari-20 tembakan, termasuk 5-dari-9 dari tiga poin—akurasi yang bikin Wizards kewalahan. Di kuarter ketiga, ia ambil alih dengan tiga triple berturut-turut, sumbang 12 poin segmen itu saja, dan plus-minus +22 sepanjang laga. Ball tak cuma scorer; visi passing-nya ciptakan 10 assist, termasuk no-look ke Bridges untuk and-one di menit akhir kuarter keempat yang angkat moral tim.
Ini beda dari start musim di mana ia rata-rata 25 poin sebagai sixth man; kini, dengan cedera Brandon Miller, Ball starter penuh dan manfaatkan dengan pertahanan agresif: dua steal pada Poole yang hentikan serangan balik Wizards. Lee puji: “LaMelo main seperti veteran—ia baca permainan seperti buku, dan itu yang kami butuh untuk menang ketat.” Statistiknya: menang 8 dari 10 duel, rebound defensif enam kali, dan nol turnover—sempurna untuk point guard. Ball, yang gabung Hornets sejak 2020, tunjukkan kemajuan: shooting-nya naik 8 persen musim ini, dan ia jadi glue guy di sisi Miles Bridges yang usia 27. Malam itu, ia tak cuma poin; ia energi yang bikin Hornets main kolektif, kurangi beban superstar.
Kontribusi Rekan Setim dan Implikasi untuk Ambisi Hornets
Ball tak sendirian; Miles Bridges kuasai sayap dengan 20 poin dan delapan rebound, termasuk dunk krusial di menit ke-35 yang hentikan run Wizards. Mark Williams tambah 12 poin dan 10 rebound dari paint, blok tiga kali pada Kuzma yang batasi lawan jadi 18 poin. Grant Williams dari bench sumbang 15 poin, termasuk triple krusial di kuarter keempat. Ini duet solid: Hornets unggul paint points 50-44 dan fast break 22-14, bukti pertahanan zona Lee yang batasi Poole jadi 22 poin tapi 5 turnover.
Wizards tampil gigih dengan VanVleet 24 poin, tapi turnover 15 kali—tertinggi musim ini—jadi fatal. Udoka akui: “Kami kalah di detail, terutama lawan Ball yang tajam malam ini.” Bagi Hornets, kemenangan ini implikasi besar: start 2-1 jadi momentum untuk jadwal padat, termasuk lawan Knicks akhir pekan. Ball proyeksi starter reguler, bantu spacing untuk Bridges dan Williams. Di Timur yang ketat dengan Celtics dan Bucks mengintai, ini tunjukkan kedalaman—Hornets target play-in minimal, dan performa Ball bisa jadi X-factor playoff. Bursa trade November mungkin diam; fokus internal, tapi jika Ball lanjut gemilang, ia kandidat All-Star. Secara keseluruhan, ini pelajaran: di NBA, point guard seperti Ball bisa angkat tim underdog ke level juara.
Kesimpulan
Kemenangan 112-105 Hornets atas Wizards adalah cerita kemenangan Ball: 32 poin, assist presisi, dan energi yang ubah laga sengit jadi milik Charlotte. Dari jalannya pertandingan penuh comeback hingga kontribusi rekan yang solid, Ball bukti dirinya lebih dari talenta—ia pemimpin di lapangan. Lee punya modal untuk bangun momentum, sementara Wizards harus poles turnover. Musim 2025/2026 masih panjang, tapi malam di Spectrum Center ini ukir jejak: Hornets siap saingi puncak Timur, dan Ball, si penyihir point guard, bisa jadi kunci playoff yang lama ditunggu. Fans Buzz City pasti tak sabar lihat lanjutannya.