Lakers Lanjutkan Performa Hebat Mereka Dengan Kalahkan Mavs. Malam Jumat, 28 November 2025, Crypto.com Arena di Los Angeles berubah jadi pesta ungu-emas saat tim tuan rumah melanjutkan performa hebat mereka dengan mengalahkan Dallas Mavericks 129-119 di babak grup akhir Piala NBA. Kemenangan ini bukan cuma perpanjang streak enam laga, tapi juga sapu bersih Grup West B dengan rekor 4-0, amankan home court di perempat final lawan San Antonio Spurs pada 10 Desember. Austin Reaves jadi pahlawan dengan 38 poin—tertinggi karir—termasuk enam tiga angka, sementara Luka Doncic tambah 35 poin dan 11 assist dalam duel emosional lawan mantan timnya. Bagi Mavericks, kekalahan ini tutup pintu Piala NBA meski Anthony Davis debut kembali setelah absen 14 laga karena cedera betis, cetak 12 poin, lima rebound, dan lima assist. Lakers, kini 14-4 di Barat, tunjukkan kedalaman skuad di bawah JJ Redick—prestasi yang bikin liga heboh di tengah musim reguler yang baru sebulan. INFO CASINO
Dominasi Babak Kedua yang Balikkan Keadaan: Lakers Lanjutkan Performa Hebat Mereka Dengan Kalahkan Mavs
Babak pertama berlangsung ketat, dengan kedua tim saling kejar. Mavericks unggul tipis 30-28 setelah 12 menit, didorong PJ Washington yang cetak 10 poin awal termasuk dua tiga angka. Penguasaan bola Lakers 52 persen, tapi turnover lima kali bikin Dallas manfaatkan transisi—Cooper Flagg sumbang enam poin dan empat assist. Kuarter kedua, Reaves mulai panas dengan 12 poin, bantu tim unggul 62-58 saat turun minum. Doncic tambah delapan poin dan lima assist, ciptakan spacing untuk Deandre Ayton yang dominasi paint dengan 10 poin. Skor itu terasa seimbang, meski pelatih Jason Kidd sudah instruksikan tekan tinggi—Lakers rank ketiga liga di rebound ofensif.
Ledakan Reaves dan Doncic yang Selamatkan Malam: Lakers Lanjutkan Performa Hebat Mereka Dengan Kalahkan Mavs
Klimaks datang di babak kedua. Reaves ambil alih sebagai closer: 38 poin dari 12-dari-15 tembakan, sempurna 8-dari-9 free throw, dan nol turnover—performa efisiensi 80 persen yang bikin Mavericks frustrasi. Enam tiga angkanya jadi yang kedua karir, dan dua krusialnya di menit ke-2 dan ke-4 kuarter keempat selamatkan lead tipis, ciptakan xG 2,1 untuk Lakers lawan 1,8 tamu. Doncic tak kalah heroik: 35 poin dan 11 assist, termasuk 17 poin babak akhir yang pimpin run 13-1 hancurkan lead Dallas. LeBron James tambah 13 poin dan enam assist, sementara Ayton sumbang 17 poin hampir sempurna. Tujuh pemain Lakers double figures, tunjukkan kedalaman skuad. Redick puji: “Ini tim, bukan satu orang.” Reaves, musim ini rata-rata 28,5 poin, bilang: “Kami tak puas, tapi ini langkah besar.”
Comeback Davis yang Emosional Tapi Sia-Sia
Mavericks tak main-main malam itu. Davis, debut setelah cedera, beri boost kedua sisi: 12 poin dari 5-dari-9 tembakan, termasuk satu tiga angka, plus tiga blok heroik lawan Doncic. Flagg tambah 13 poin, 11 assist, dan tujuh rebound—double-double rookie impresif—sementara Washington finis 22 poin. Di kuarter keempat, Mavericks unggul run 12-3 awal babak, samakan skor 130-130 di menit ke-2. Tapi turnover Flagg di clutch time dan blok Ayton pada Davis jadi momen krusial. Mavericks rank 14 Barat dengan 5-15 sebelum laga, tapi kekalahan ini tutup pintu Piala NBA—point differential mereka +20 kalah dari Lakers +49 di grup. Kidd bilang: “Chemistry butuh waktu, tapi malam ini pengalaman positif.” Davis, yang dapat ovasi berdiri dari fans, tukar jersey dengan Reaves—momen manis di tengah kekalahan.
Kesimpulan
Kemenangan 129-119 atas Mavericks ini seperti obat mujarab bagi Lakers yang lanjutkan performa hebat, sapu Grup West B dan rebut home court di perempat final Piala NBA tanpa goyah. Reaves dan Doncic bukti chemistry mematikan, meski Davis beri perlawanan gigih untuk Dallas. Bagi tuan rumah 14-4, ini momentum kuat jelang jadwal padat Desember; bagi Mavericks, kekalahan ini pelajaran pahit di tengah cedera Irving. Dengan quarterfinals 10 Desember, Lakers siap duel sengit—dan jika Reaves konsisten, mimpi semifinal di Las Vegas terbuka lebar. Musim 2025/26 Piala NBA penuh kejutan seperti ini: emosi trade, comeback, dan tim solid yang tak terhentikan. Lakers tak puas; ini baru awal perburuan gelar.