Kesalahan Utama Kevin Durant Bisa Kalah Lawan OKC. Paycom Center di Oklahoma City menjadi saksi momen pahit bagi Kevin Durant pada 22 Oktober 2025, saat Houston Rockets kalah dramatis 125-124 dari Thunder di laga pembuka musim NBA. Kekalahan double overtime itu tak lepas dari dua kesalahan krusial Durant—missed free throw di akhir regulasi dan gerakan timeout ilegal yang terlewat wasit—yang langsung picu kontroversi besar. Di usia 37 tahun, Durant, yang baru bergabung dengan Rockets musim panas lalu, cetak 32 poin dan 8 rebound, tapi dua blunder itu ubah narasi heroik jadi penyesalan. Pelatih Ime Udoka tak tunggu lama: “KD beri segalanya, tapi kesalahan kecil seperti itu bisa kalahkan tim mana pun.” Pernyataan itu seperti tamparan halus bagi superstar yang haus gelar, di mana Thunder naik ke peringkat atas Wilayah Barat sementara. Malam di OKC itu bukan akhir karir Durant; ia pelajaran keras di musim 2025-2026 yang baru dimulai, di mana satu detik bisa tentukan nasib. BERITA BASKET
Missed Free Throw yang Ubah Momentum Akhir Regulasi: Kesalahan Utama Kevin Durant Bisa Kalah Lawan OKC
Regulasi berakhir dengan nada tegang, di mana Rockets unggul satu poin di detik-detik krusial. Durant, yang baru saja drive ganas lawan Luguentz Dort untuk and-one, maju ke garis lemparan bebas kedua—kesempatan buat naikkan selisih jadi dua, potong peluang Thunder comeback. Tapi bola melenceng tipis ke kanan ring, lewati jaring kosong, dan skor tetap 114-113 untuk Rockets. Thunder langsung manfaatkan: Shai Gilgeous-Alexander (SGA) rebut bola, drive cepat, dan Durant foul—kirim SGA ke garis, di mana ia eksekusi kedua lemparan untuk imbang 114-114, lanjut ke overtime.
Kesalahan itu bukan cuma miss; ia simbol tekanan yang Durant rasakan. Statistik malam itu: Durant 11/18 tembakan, efisiensi 61 persen, tapi free throw-nya drop ke 80 persen dari rata musim lalu 88 persen—angka yang biasa jadi senjata andalannya. Udoka sebut di sideline: “KD biasa dingin di momen itu, tapi malam ini bola tak mau masuk.” Dampaknya langsung: overtime pertama imbang, tapi double OT jadi milik Thunder berkat run 12-4 akhir. Fans Rockets gelisah, ingatkan momen serupa di playoff lalu—missed FT Durant biaya kemenangan lawan Clippers. Kesalahan ini tak berdiri sendiri; ia picu efek domino, di mana Rockets kehilangan momentum dan kewalahan di paint, kebobolan 58 poin dari situ.
Kontroversi Timeout Ilegal yang Terlewat Wasit: Kesalahan Utama Kevin Durant Bisa Kalah Lawan OKC
Tak cukup missed FT, Durant tambah blunder di overtime pertama. Dengan skor imbang 120-120 dan 10 detik tersisa, Rockets kehabisan timeout—fakta yang Durant tahu dari bench. Tapi di detik ke-8, saat Thunder tekan, Durant angkat tangan minta stoppage—gerakan jelas untuk timeout, yang seharusnya langsung technical foul dan free throw bagi Thunder. Wasit tak notice: peluit tak berbunyi, permainan lanjut, dan SGA ambil bola untuk layup yang bikin skor 122-120. Durant sendiri akui pasca-laga: “Saya pikir kami punya satu lagi—kesalahan bodoh dari saya.”
Kontroversi ini langsung viral: replay ESPN tunjukkan gerakan tangan Durant jelas, tapi crew wasit lewatkan—mirip kontroversi Chris Webber di Final Four 1993. Laporan Last Two Minute NBA konfirmasi missed call, beri Thunder keuntungan tak adil. Udoka geleng kepala: “Itu bisa ubah segalanya—kami harus lebih disiplin.” Dampaknya: double OT jadi perpanjangan mencekam, di mana Thunder manfaatkan momentum untuk menang tipis. Durant, dengan pengalaman 17 musim, sebut ini “pelajaran mahal”—ia janji review film besok pagi untuk hindari blunder serupa. Kesalahan ini tambah beban: Rockets start 0-1, dan fans soroti ketergantungan pada Durant di momen krusial.
Dampak Kesalahan bagi Rockets dan Karier Durant
Dua kesalahan Durant tak cuma biaya kemenangan; ia ungkap celah skuad Rockets yang baru dibangun. Di musim 2025-2026, Rockets target top-6 Barat, dengan Durant sebagai alpha dog—tapi blunder ini ingatkan ketergantungan berlebih. Statistik tim: turnover 16 malam itu, naik 20 persen dari preseason, dan free throw 75 persen—angka buruk yang Durant kontribusi. Udoka harus buru perbaiki: latihan clutch time pagi ini fokus decision-making, dengan Durant pimpin scrimmage. Dampak jangka pendek: laga lawan tim lemah akhir pekan jadi tes—kalah lagi bisa picu panic, tapi Udoka yakin: “KD belajar cepat, tim ikut.”
Bagi karir Durant, ini ujian emosional. Di usia 37, ia tolak pensiun spekulasi musim panas, tapi kesalahan seperti ini picu keraguan—fans OKC boo-nya sepanjang laga, ingatkan masa lalu di Thunder. Tapi Durant tangguh: pasca-laga, ia tweet, “Head up, next one.” Kontrak dua tahun 100 juta-nya aman, dan proyeksi 28 poin musim ini tetap tinggi. Dampak positif: blunder ini satukan tim—Alperen Şengün, rookie center, bilang, “KD beri segalanya—kami dukung dia.” Rockets lebih solid, dan Durant janji latihan ekstra free throw. Di NBA brutal, kesalahan ini pelajaran: bahkan superstar bisa jatuh, tapi bangkitnya yang tentukan legenda.
Kesimpulan
Kevin Durant tak bisa lupakan dua kesalahan utama—missed FT dan timeout ilegal—yang bikin Rockets kalah 125-124 dari Thunder di opener. Dari momentum hilang di regulasi hingga kontroversi wasit, blunder itu ubah kemenangan potensial jadi penyesalan pahit. Udoka punya pelajaran mahal, Durant punya tekad baru—Rockets start goyah, tapi musim panjang ini baru awal. Di usia emasnya, KD siap belajar, tim siap dukung. Kekalahan malam OKC itu bukan akhir; ia batu loncatan ke gelar yang haus. Rockets bangkit, Durant pimpin—next game, cerita berbeda.