Jarred Vanderbilt Memprediksi Jake LaRavia Akan Meledak. Awal musim NBA 2025/26 penuh kejutan bagi Los Angeles Lakers, terutama setelah kemenangan 112-105 atas Minnesota Timberwolves pada 29 Oktober di Crypto.com Arena. Jake LaRavia, forward muda berusia 23 tahun yang baru bergabung via trade dari Grizzlies musim panas, langsung meledak dengan 22 poin dari delapan tembakan sukses, termasuk empat three-pointer dan enam rebound. Tapi sorotan tak lepas dari Jarred Vanderbilt, rekan satu timnya, yang ternyata sudah memprediksi performa eksplosif LaRavia lawan mantan klubnya itu. Pasca-laga, Vanderbilt bilang ia “tahu Jake bakal go off” karena lihat chemistry-nya di latihan pramusim. Ini bukan omong kosong; LaRavia, no.19 pick 2022, sempat kesulitan di Grizzlies dengan rata-rata 8 poin musim lalu, tapi kini ia tunjukkan potensi breakout. Bagi Lakers yang lagi adaptasi tanpa Anthony Davis karena cedera, prediksi Vanderbilt ini jadi cerita manis—bukti skuad baru punya ikatan kuat. Di Barat yang sengit, momen ini angkat moral Lakers yang naik ke rekor 4-2. BERITA TERKINI
Performa Eksplosif LaRavia Lawan Mantan Tim: Jarred Vanderbilt Memprediksi Jake LaRavia Akan Meledak
Jake LaRavia masuk lapangan di kuarter kedua dan langsung ubah ritme laga. Dari bench, ia lepaskan empat three-pointer bersarang dari enam upaya, efisiensi 67 persen yang bikin defense Wolves kewalahan. Total 22 poin itu tak cuma angka; itu spacing yang buka ruang buat LeBron James dan Austin Reaves drive ke paint, hasilkan 18 fast-break points. LaRavia juga ambil enam rebound, termasuk dua offensive yang beri second-chance, plus dua intersep yang cegah Wolves transisi. Di kuarter keempat, saat skor imbang 95-95, ia isolasi lawan Jaden McDaniels dan lepaskan pull-up jumper untuk unggul 100-97—momen yang bikin fans Arena bertepuk tangan.
Ini debut reguler LaRavia setelah trade Juli lalu, dan performanya kontras dengan masa Grizzlies di mana ia cuma dapat 15 menit rata-rata karena cedera dan rotasi ketat. Musim ini, di Lakers, ia naik jadi 22 menit per laga, dengan true shooting 60 persen—naik dari 52 musim lalu. Pelatih JJ Redick puji ia sebagai “X-factor,” karena LaRavia tak cuma shooter; ia bisa switch defense dan cut pintar yang bikin Wolves kebobolan 15 poin dari turnover. Lawan mantan tim, emosi tambah bensin: LaRavia bilang pasca-laga, “Saya lapar buktiin diri, dan malam ini pas.” Performa ini ingatkan fans pada breakout forward seperti OG Anunoby—LaRavia punya ukuran 6’7″ dengan wingspan 7’1″ yang bikin ia mismatch nightmare.
Prediksi Tepat Vanderbilt yang Tunjukkan Ikatan Tim: Jarred Vanderbilt Memprediksi Jake LaRavia Akan Meledak
Jarred Vanderbilt, forward bertahan Lakers yang sudah main di Grizzlies 2022-23, jadi orang pertama yang “tahu” LaRavia bakal meledak. Di wawancara pasca-laga, Vanderbilt bilang, “Saya lihat di latihan pramusim—Jake punya api di matanya saat bicara Wolves. Saya bilang ke dia, ‘Ini momenmu, go off.'” Ini bukan pamer; Vanderbilt dan LaRavia bangun chemistry cepat sejak trade, sering latihan satu-satu di gym. Vanderbilt, yang dikenal sebagai glue guy dengan 7.5 rebound per laga, puji LaRavia sebagai “shooter yang bisa ciptakan ruang sendiri.”
Prediksi ini tepat karena Vanderbilt paham tekanan lawan mantan tim—ia sendiri pernah “go off” lawan Grizzlies dengan 15 poin dan 10 rebound musim lalu. Di laga itu, Vanderbilt beri tiga assist ke LaRavia, termasuk no-look pass untuk three-pointer krusial. Ikatan ini jadi kekuatan Lakers: skuad baru dengan LeBron 40 tahun butuh energi muda seperti LaRavia, dan Vanderbilt jadi mentor tak resmi. Redick sebut duo ini “seperti saudara,” karena mereka sering diskusi film lawan pasca-latihan. Prediksi Vanderbilt tak cuma kata-kata; itu bukti tim punya kepercayaan internal yang bikin performa LaRavia meledak.
Dampak Breakout LaRavia bagi Lakers dan Prospek Musim
Performa LaRavia efek domino buat Lakers yang lagi cari kedalaman. Di lima laga awal, tim unggul net rating +12 saat ia main, naikkan offensive spacing dengan 42 persen three-point. Tanpa Davis, LaRavia isi peran stretch four, force defense collapse yang bikin Reaves dapat open drive. Ini krusial buat rotasi: Vanderbilt ambil beban bertahan, LaRavia ofensif—duo ini beri plus-15 di paint protection. Lakers naik ke peringkat enam Barat dengan 4-2, selisih satu poin dari Clippers, dan breakout LaRavia bisa jadi kunci playoff.
Prospek musim depan cerah: LaRavia, dengan kontrak hingga 2026, bisa rebut starter kalau konsisten, naikkan nilai trade atau ekstensi. Di Barat, Suns dan Nuggets sudah scouting ia sebagai mismatch threat. Dampaknya juga ke tim: LeBron puji LaRavia di locker room sebagai “fresh legs kami,” sementara Vanderbilt janji dukung terus. Breakout ini soroti strategi Redick: investasi muda seperti LaRavia (trade murah dari Grizzlies) bukti rebuild pintar. Jadwal November padat dengan back-to-back lawan Kings dan Warriors jadi tes—kalau LaRavia meledak lagi, Lakers siap contender serius.
Kesimpulan
Prediksi Jarred Vanderbilt soal Jake LaRavia yang meledak lawan Wolves jadi cerita manis awal musim Lakers 2025/26. Dari performa eksplosif LaRavia dengan 22 poin dan spacing tajam, ikatan tim dengan Vanderbilt yang jadi mentor, hingga dampak besar buat rotasi dan prospek playoff, momen ini tunjukkan potensi skuad kuning-ungu. Redick punya alasan bangga: LaRavia bukan sekadar trade filler, tapi breakout star yang bikin tim lebih lengkap. Di LA yang haus gelar, prediksi Vanderbilt ini janji masa depan cerah—Lakers siap tempur dengan energi muda. Musim NBA panjang, tapi dengan pemain seperti LaRavia, Crypto.com Arena bakal sering bergemuruh.