James Harden Pede Clippers Dapat Lolos Playoff. James Harden, guard veteran Los Angeles Clippers, kembali jadi sorotan dengan pernyataan percaya dirinya jelang laga akhir pekan melawan Memphis Grizzlies. Pada konferensi pers Jumat pagi, 28 November 2025, Harden bilang, “Kami punya segalanya untuk lolos playoff—kedalaman, pengalaman, dan grit yang dibutuhkan.” Pernyataan ini keluar di tengah start musim yang berat: rekor 5-11, posisi ke-12 Wilayah Barat, dan tiga kekalahan beruntun. Meski Kawhi Leonard absen karena cedera lutut, Harden pimpin tim dengan rata-rata 25,4 poin, 8,2 assist, dan 5,1 rebound—performa All-Star yang bikin ia yakin Clippers bisa rebound. Ini bukan omong kosong; Harden sudah bawa tim ke playoff di 16 musim berturut-turut, dan musim lalu ia pimpin 50 kemenangan meski Leonard absen 34 laga. Dengan jadwal back-to-back lawan Grizzlies dan Mavericks, Harden lihat ini sebagai reset—kesempatan buat Clippers naik dari lubang dan incar spot play-in aman. INFO CASINO
Performa Harden yang Jadi Pondasi Keyakinan: James Harden Pede Clippers Dapat Lolos Playoff
Harden tak ragu klaim peran utamanya sebagai motor tim. Musim ini, ia cetak 55 poin lawan Charlotte Hornets akhir pekan lalu—rekor franchise Clippers untuk poin terbanyak dalam satu laga—snap kekalahan tiga laga dan tunjukkan ia masih elite di usia 36 tahun. “Saya abnormal main di tim kalah seperti ini,” katanya sambil tertawa, tapi angka tak bohong: 48 persen shooting dari lapangan, naik dari 38 persen musim lalu, plus 15 assist di laga itu. Tanpa Leonard, Harden ambil beban ofensif, ciptakan 28 poin dari pick-and-roll dan step-back threes yang sulit dihentikan. Pelatih Ty Lue puji: “Ia bukan cuma scorer, tapi pemimpin yang bikin yang lain lebih baik.” Ini fondasi keyakinan—Harden tahu, seperti musim lalu saat ia rata-rata 22,6 poin dan bawa tim ke ronde kedua playoff, ia bisa angkat Clippers dari posisi 12 ke play-in.
Kedalaman Tim yang Bikin Optimis: James Harden Pede Clippers Dapat Lolos Playoff
Harden soroti kedalaman skuad sebagai alasan utama lolos playoff. “Kami punya Ivica Zubac yang dominasi paint, Norman Powell yang tajam dari bench, dan Derrick Jones Jr. untuk defense—ini tim lengkap,” ujarnya. Zubac rata-rata 14 poin dan 12 rebound, Powell 18 poin dari cadangan, dan Jones blok 1,5 tembakan per laga—cukup untuk tutup absen Leonard. Musim lalu, meski Leonard main cuma 46 laga, Clippers finis ketiga Barat berkat rotasi ini. Harden yakin, dengan tambahan Bradley Beal dan Chris Paul offseason lalu, serangan mereka top 5 liga—120 poin per laga saat ia on court. Lawan Grizzlies Jumat, Harden prediksi kemenangan mudah: “Mereka punya isu sendiri, ini kesempatan reset.” Keyakinan ini selaras dengan prediksi analis: Clippers punya 70 persen peluang play-in, asal menang enam dari sepuluh laga depan.
Tantangan Cedera dan Jadwal Padat
Meski pede, Harden tak abaikan rintangan. Leonard absen sejak awal November karena lutut, dan Bogdan Bogdanovic out empat laga karena pinggul—bikin pertahanan bocor dengan 112 poin dibolehkan rata-rata. Harden main melalui foot soreness, tapi tak masuk injury report. “Cedera bagian basket, tapi kami adaptasi—seperti musim lalu saat Kawhi out, kami tetap juara Barat,” katanya. Jadwal back-to-back lawan Grizzlies dan Mavericks—dua tim dengan isu cedera sendiri—jadi ujian: Grizzlies tanpa Ja Morant, Mavericks pincang Luka Doncic. Harden lihat ini sebagai momentum: “Confidence datang tiap pagi bangun—kami bangkit dari sini.” Ini ingatkan playoff 2025, saat Clippers kalah Game 7 lawan Nuggets tapi Harden yakin seri itu self-inflicted—kesalahan yang kini mereka pelajari.
Kesimpulan
James Harden pede Clippers lolos playoff bukan tanpa dasar—dari performa 55 poin pribadinya hingga kedalaman Zubac-Powell, ini tim yang haus rebound meski start 5-11. Di tengah cedera Leonard dan jadwal padat, keyakinannya jadi api penyemangat: “Apa lagi yang bisa kami lakukan? Kami bangun setiap hari dengan faith.” Musim NBA panjang, dan dengan Harden pimpin, Clippers bukan underdog—mereka kontender play-in yang siap kejutan. Back-to-back akhir pekan ini bisa jadi titik balik, dan jika Harden terus dominan, playoff bukan mimpi lagi.