IQ Tinggi Lonzo Ball Membuat Kenny Atikinson Terpukau. Kenny Atkinson, pelatih kepala Cleveland Cavaliers, tak henti-hentinya memuji kecerdasan basket Lonzo Ball yang membuatnya terpukau sejak awal training camp musim 2025/26. Guard berusia 27 tahun itu, yang baru bergabung dari Chicago Bulls musim panas lalu dengan kontrak dua tahun senilai 20 juta dolar, langsung curi perhatian dengan IQ tinggi yang ia bawa ke lapangan. “Lonzo adalah pemain dengan IQ basket luar biasa—ia paham permainan seperti veteran,” ujar Atkinson di sesi media pasca-latihan Jumat kemarin, 4 Oktober 2025. Cavs, yang joint top East setelah dua kemenangan awal lawan Knicks dan Suns, lihat Ball sebagai kunci sukses playoff, terinspirasi taktik Steve Kerr. Ball, yang pulih total dari cedera lutut kronis, bilang: “Saya senang bisa berkontribusi dengan cara cerdas.” Di tengah jadwal padat yang mulai dengan preseason lawan Warriors malam ini, pujian Atkinson ini jadi sinyal Cavs siap bangkit dari runner-up East tahun lalu. BERITA BASKET
Kesan Awal di Training Camp: Lonzo Langsung Tunjukkan Kelas: IQ Tinggi Lonzo Ball Membuat Kenny Atikinson Terpukau
Sejak hari pertama training camp di Cleveland, Atkinson sudah terpukau dengan cara Ball membaca permainan. Di scrimmage 5-on-5, Ball sering prediksi passing lane lawan, generate turnover dengan 3 steal dalam satu sesi, dan switch mulus di defense perimeter—semua tanpa paksaan. “Ia fierce competitor, tapi pintar—bukan cuma atletis,” kata Atkinson, yang desain peran Ball sebagai sixth man fleksibel untuk dukung Darius Garland dan Donovan Mitchell. Ini kontras dengan ekspektasi awal; Ball absen hampir dua musim karena lutut, tapi kini ia rata 8 poin, 4 assist, dan 2 steal di pramusim, dengan net rating +12 saat di lapangan.
Atkinson sebut inspirasi dari Steve Kerr: “Saya lihat bagaimana Kerr gunakan IQ tinggi pemain seperti Ball di Warriors—itu yang bikin Cavs beda di playoff.” Di latihan, Ball mentor rookie seperti Emoni Bates soal decision-making, tunjukkan leadership yang tak terduga. Cedera lutut dulu ajarin Ball efisiensi—ia shooting 45 persen dari three sekarang, naik dari 30 persen pre-injury. Kesan ini bikin Cavs lebih percaya diri: setelah finis 51-31 tahun lalu, mereka target 55 kemenangan musim ini, dengan Ball sebagai X-factor di bench yang bisa ubah momentum kuartal ketiga.
IQ Basket Ball: Senjata Rahasia untuk Sukses Playoff: IQ Tinggi Lonzo Ball Membuat Kenny Atikinson Terpukau
Atkinson yakin IQ tinggi Ball jadi kunci Cavs di postseason, di mana “IQ menang, bukan cuma talent,” seperti kata Kerr yang ia tiru. Ball paham timing: ia sering hedge pick-and-roll untuk bantu Jarrett Allen, cegah lob pass lawan seperti Jokic atau Embiid. “Ia baca permainan seperti buku—itu yang kami butuh untuk deep run,” ujar Atkinson, soroti bagaimana Ball adaptasi cepat ke sistem motion offense Cavs. Musim lalu di Bulls, Ball rata 5,1 assist dengan turnover cuma 1,8—efisiensi elite yang bikin ia All-Defensive kandidat jika sehat penuh.
Ini bukan pujian kosong; di pramusim lawan 76ers, Ball prediksi steal dari Tyrese Maxey, ubah turnover jadi fast break untuk Evan Mobley. Atkinson harap Ball sehat sepanjang musim—ia rencanakan load management 25 menit per game untuk hindari relapse lutut. IQ Ball juga bantu chemistry: ia ajarin Garland variasi passing, bikin backcourt lebih fluid. Cavs joint top East berkat ini—kemenangan 110-102 lawan Knicks, di mana Ball kontribusi 10 poin-6 assist off bench. Atkinson sebut: “Lonzo tak kecewa ekspektasi—ia lebih baik dari yang kami bayangkan.” Di East sengit, IQ seperti ini bisa bedakan Cavs dari Knicks atau Celtics.
Harapan Atkinson: Ball Jadi Pilar Jangka Panjang Cavs
Atkinson tak cuma terpukau saat ini; ia lihat Ball sebagai pilar jangka panjang Cavs, terutama pasca-Jarrett Allen potensi trade rumor. “Kami butuh health dari Lonzo—rencana game plan sudah siap untuk jaga ia,” kata Atkinson, yang fokus rehab preventif seperti platelet therapy. Ball, dengan kontrak hingga 2027, diprediksi rata double-double (12 poin-7 assist) jika main 70 laga—naik dari 6,8 poin musim lalu. Ia sebut: “Saya belajar dari cedera; sekarang fokus kontribusi cerdas.”
Harapan ini realistis: Cavs punya core muda Mitchell-Garland-Mobley, dan Ball isi void playmaking. Di training camp, ia cement spot-nya dengan leadership—Atkinson sebut Ball “making strong first impression.” Jika sehat, Ball bisa All-Star lagi seperti 2021, angkat Cavs ke final East. Tantangan? Lutut rawan, tapi Atkinson optimis: “Ia IQ-nya bikin ia adaptasi cepat.” Di preseason opener lawan Warriors malam ini, Ball probable, dan performanya bisa konfirmasi pujian Atkinson.
Kesimpulan
IQ tinggi Lonzo Ball membuat Kenny Atkinson terpukau sejak training camp Cavs, dari kesan awal di scrimmage sampai senjata rahasia playoff yang terinspirasi Kerr. Dengan recovery lutut sukses dan peran sixth man fleksibel, Ball siap jadi pilar jangka panjang, prediksi rata double-double musim ini. Cavs joint top East, dan pujian Atkinson janjikan cerita sukses: dari bench spark ke deep run. Di musim 2025/26 kompetitif, Ball tak lagi prospek cedera—ia aset cerdas yang bikin Cavs tak terhentikan. Fans Rocket Mortgage FieldHouse siap chant namanya; Lonzo Ball kembali, dan Cavs siap terbang.