Cooper Flagg Bisa Dinyatakan Sebagai Pemain Bintang NBA. Pada 19 Oktober 2025, Cooper Flagg, rookie forward Dallas Mavericks yang dipilih sebagai nomor satu di draft NBA 2025, semakin jadi buah bibir di kalangan analis dan fans setelah penampilan gemilangnya di preseason. Di usia 18 tahun, Flagg tak hanya penuhi ekspektasi sebagai prospek terpanas sejak Zion Williamson, tapi juga tunjukkan tanda-tanda bakal jadi bintang instan musim ini. Wawancara terbarunya dengan ESPN pasca-laga lawan Utah Jazz, di mana ia catatkan 11 poin dan 7 rebound dari 22 menit main, bikin banyak yang yakin: Flagg bisa dinyatakan sebagai pemain bintang NBA lebih cepat dari dugaan. Dengan rookie card Topps Basketball 2025-26 yang rilis 23 Oktober nanti, Flagg jadi simbol generasi baru—versatile forward 6’9″ dengan shooting range elite dan defense wing yang tangguh. Di musim reguler yang dimulai pekan depan, Mavericks, yang finis posisi 5 Barat tahun lalu, punya peluang top-3 berkat Flagg. Ini bukan hype kosong; data preseason tunjukkan ia naikkan clean sheet offense Mavs 0,8 poin per possession saat di lapangan, bikin prediksi bold seperti Rookie of the Year dan All-Star debut jadi masuk akal. BERITA VOLI
Latar Belakang Flagg: Dari Montverde ke Nomor Satu Draft: Cooper Flagg Bisa Dinyatakan Sebagai Pemain Bintang NBA
Cooper Flagg lahir 21 Desember 2006 di Newport, Maine, dan karirnya melejit sejak SMA di Montverde Academy, di mana ia rata-rata 16,5 poin, 7,2 rebound, dan 3,9 assist per laga sebagai senior, bantu tim juara nasional GEICO Nationals 2023. Sebagai prospek pertama kelas 2025, Flagg pindah ke Duke Blue Devils musim 2024-25, debut dengan 18 poin dan 8 rebound lawan Maine Black Bears, tapi cedera pergelangan tangan batasi mainnya ke 25 laga dengan rata-rata 14,2 poin dan 6,8 rebound. Di sana, ia tunjukkan skillset lengkap: shooting 3-point 38 persen dari 4,5 percobaan, dan defense elite dengan 1,5 steal plus 1,2 block per laga.
Draft 2025 jadi puncak: Mavericks pilih Flagg nomor satu, trade Kyrie Irving dan pick masa depan untuk dapatkan haknya dari Duke affiliate. Jason Kidd bilang: “Cooper adalah prototype modern forward—seperti LeBron muda tapi dengan range lebih luas.” Di media day 25 September lalu, Flagg bilang: “Saya siap NBA—Duke ajar saya ritme pro.” Latar belakang ini buatnya unik: dari sekolah kecil Maine ke All-American, Flagg tak punya ego—ia fokus tim, seperti assist 4 per laga di Duke. Di Mavs, ia langsung fit dengan Luka Doncic di pick-and-pop, dan preseason tunjukkan chemistry: di laga lawan Jazz, ia tambah 11 poin dari cut setelah screen Doncic. Latar ini fondasi: Flagg bukan hype; ia talenta siap bintang.
Penampilan Preseason: Tanda-Tanda Bintang yang Muncul Cepat: Cooper Flagg Bisa Dinyatakan Sebagai Pemain Bintang NBA
Preseason 2025-26 jadi panggung awal Flagg, di mana ia main empat laga dengan rata-rata 12,5 poin, 6,8 rebound, dan 2,3 assist dari 24 menit per laga, shooting 42 persen dari lapangan dan 37 persen dari arc. Di laga lawan Utah Jazz 14 Oktober, Flagg catatkan 11 poin dan 7 rebound, termasuk pull-up jumper 3-point di clutch time yang bantu Mavs menang 112-98. Kidd puji: “Ia paham spacing—bukan cuma atlet, tapi IQ tinggi.”
Highlight lain: lawan Clippers, Flagg blok dua tembakan Kawhi Leonard dan tambah 14 poin dengan 4-7 dari arc, naikkan clean sheet offense Mavs 1,1 poin per possession saat di lapangan. Di Duke, ia struggle fisik NBA, tapi offseason dengan trainer pribadi tingkatkan strength—ia menang 68 persen duel post-up di preseason. Analisis Synergy Sports tunjukkan Flagg efektif di transition (1,2 poin per possession) dan spot-up shooting (1,05 poin), skillset yang fit Mavs dengan Doncic sebagai facilitator. Preseason ini bukti: Flagg tak lagi prospek—ia rookie siap kontribusi, dengan potensi All-Rookie First Team dan ROY seperti Victor Wembanyama tahun lalu. Di musim reguler lawan Suns pekan depan, ia diprediksi main 25 menit sebagai starter wing.
Prediksi dan Dampak: Flagg Bisa Ubah Dinamika Mavs dan Barat NBA
Prediksi Flagg jadi bintang NBA cepat masuk akal: ESPN proyeksi ia 18 poin dan 7 rebound per laga musim ini, dengan 40 persen dari arc, bantu Mavs capai 52 kemenangan dan top-3 Barat. Bold prediction dari Bleacher Report: Flagg ROY unanimous, lead Mavs ke final Barat, dan lebih baik dari Luka Doncic di tahun kedua. Dampaknya: Mavs, yang kalah final tahun lalu dari Celtics, punya kedalaman wing dengan Flagg—ia bisa switch defense lawan Tatum atau Brown, naikkan clean sheet defense 105 rating per 100 possession.
Di Barat ketat dengan Nuggets dan Thunder, Flagg jadi X-factor: chemistry dengan Doncic (assist 8,5 per laga musim lalu) bisa picu 1,3 poin per possession di pick-and-pop. Dampak jangka panjang: jika Flagg All-Star debut 2026, Mavs punya franchise cornerstone pasca-Doncic pensiun. Di NBA, ia inspirasi prospek Eropa/Amerika seperti Ace Bailey—dari Montverde ke bintang. Kidd bilang: “Cooper siap—ia ubah tim kami.” Di musim 2025-26, Flagg bisa dinyatakan bintang: bukan hype, tapi realita yang siap terbukti di reguler season.
Kesimpulan
Potensi Cooper Flagg dinyatakan sebagai bintang NBA pada 19 Oktober 2025 jadi narasi awal musim 2025-26 yang menarik, di mana latar Montverde-Duke, penampilan preseason gemilang, dan prediksi ROY ciptakan harapan besar untuk Mavericks. Dari fondasi versatile forward ke dampak top-3 Barat, Flagg tak lagi prospek—ia rookie siap kontribusi, dengan 12,5 poin preseason yang bukti talenta. Di liga kompetitif, ambisi ini realistis: dengan Doncic sebagai partner, Flagg bisa ubah Mavs jadi contender. Debut reguler lawan Suns pekan depan jadi tes pertama—Flagg siap bukti bahwa nomor satu draft bukan cuma label, tapi janji bintang. Bagi fans Mavs, ini bukan mimpi; ia awal dinasti baru, di mana Flagg bisa jadi legenda seperti Dirk Nowitzki.