Coby White Puji Kehebatan Nikola Vucevic. Coby White, guard Chicago Bulls yang baru kembali dari cedera, tak segan puji rekan setimnya Nikola Vucevic setelah kemenangan dramatis atas Portland Trail Blazers. Pada laga Rabu malam di Moda Center, Bulls selamat dari keterpurukan dengan skor 122-121 berkat buzzer-beater tiga poin Vucevic di detik terakhir. White, yang cetak 25 poin dan tujuh assist dalam penampilan keduanya musim ini, sebut Vucevic sebagai “penghubung” tim yang krusial. Di usia 35 tahun, Vucevic pimpin Bulls dengan 27 poin, delapan rebound, dan dua assist, sambil bantu tim naik ke rekor 8-6. Pujian ini tak hanya apresiasi pribadi, tapi juga sorotan pada chemistry Bulls yang lagi bangun momentum di Timur yang ketat. INFO CASINO
Pujian Langsung dari White: Coby White Puji Kehebatan Nikola Vucevic
White langsung ungkapkan kekagumannya usai laga, saat tim hampir buang unggul 21 poin di kuarter keempat. “Dia penghubung kami. Dia pemimpin kami. Dia buat permainan besar. Dia sangat penting buat apa yang kami lakukan,” kata White, sambil tambah, “Kami andalkan dia. IQ basketnya tinggi, feel-nya bagus untuk permainan. Dia sangat berbahaya. Bisa roll, bisa pop. Dia pemain basket yang benar-benar bagus.” Ini bukan pujian pertama White; sejak kembali dari strain betis yang curi delapan laga awal, ia sering soroti peran Vucevic sebagai pro sejati. Vucevic sendiri akui assist krusial dari White: “Coby buat permainan bagus, dan saya merasa percaya diri dengan tembakan itu.” Momen ini jadi bukti sinergi backcourt dan frontcourt Bulls yang lagi matang.
Performa Vucevic di Musim Ini: Coby White Puji Kehebatan Nikola Vucevic
Vucevic lagi tunjukkan kelasnya musim 2025-26, dengan rata-rata 16,6 poin, 9,9 rebound, dan 3,6 assist per laga. Buzzer-beater lawan Blazers jadi yang kedua kalinya ia lakukan dari jarak tiga poin di bawah lima detik musim ini—prestasi unik untuk center sepanjang 20 tahun terakhir. Ia tembak 42,3 persen dari perimeter pada lima usaha per malam, adaptasi sempurna ke era spacing modern. Lawan Blazers, Vucevic kuasai paint awal laga sebelum pindah ke perimeter untuk winner, sambil beri delapan rebound defensif yang bantu tim bertahan. Ini lanjutan tren: ia sudah cetak game-winner lain lawan 76ers awal November, di mana ia juga respons comeback dari defisit 20 poin. Di usia 35, Vucevic tak lagi dominan fisik, tapi visi passing dan shooting-nya bikin ia tetap elit.
Dampak pada Tim Bulls
Pujian White perkuat narasi Bulls sebagai tim resilien, meski masih rentan di akhir laga. Dengan rekor 6-4 di clutch game—peringkat tiga liga—mereka andalkan Vucevic sebagai anchor ofensif, terutama saat Zach LaVine absen karena manajemen beban. White, yang kembalinya beri dorongan scoring dari bangku, sinergi bagus dengan Vucevic di pick-and-pop, di mana Bulls catat plus-12 poin per 100 possession saat berdua on court. Pelatih Billy Donovan sebut ini “momen tim,” tapi akui isu defense akhir kuarter harus diperbaiki. Kemenangan ini putus dua kekalahan beruntun, naikkan posisi Bulls ke tujuh Timur. Bagi skuad muda dengan Josh Giddey dan Matas Buzelis, Vucevic jadi mentor—ia dorong latihan harian dan approach serius yang White puji sebagai “super pro.”
Kesimpulan
Pujian Coby White pada kehebatan Nikola Vucevic jadi pengingat betapa vital chemistry di Bulls musim ini. Dari buzzer-beater heroik hingga peran penghubung sehari-hari, Vucevic bukti veteran bisa reinvent diri di era baru. White, dengan energi mudanya, tambah lapisan emosional yang bikin tim ini spesial. Di tengah jadwal padat, momen seperti ini bisa jadi fondasi playoff. Bulls lagi on the rise—siapa tahu, pujian ini awal cerita panjang sukses mereka. Yang pasti, dengan Vucevic sebagai pemimpin, Chicago punya senjata rahasia untuk saingi siapa saja.