Cade Cunningham Diprediksi Bisa Jadi MVP NBA. Cade Cunningham, point guard Detroit Pistons yang berusia 23 tahun, kini jadi sorotan utama di awal musim NBA 2025-26. Pada akhir Oktober 2025, setelah enam laga dengan rata-rata 29 poin, 9 assist, dan 6 rebound, analis seperti ESPN dan The Athletic mulai sebut namanya sebagai kandidat MVP. Ini prediksi gila bagi tim yang finis terakhir Timur musim lalu, tapi Cunningham lagi buktiin dirinya sebagai pemimpin sejati. Ia cetak triple-double pertama karirnya lawan Knicks pekan lalu, bantu Pistons naik ke posisi 10 Timur dengan rekor 3-3. Dari draft nomor satu 2021 hingga kini, perjalanannya penuh rintangan—cedera ankle yang sidelined sepanjang 2023-24—tapi start musim ini tunjukkan ia siap ambil alih. MVP? Mungkin terlalu dini, tapi angka-angkanya bicara: ia satu-satunya pemain dengan lebih dari 25 poin dan 8 assist rata-rata awal musim. Di liga yang penuh bintang, Cunningham lagi ciptakan narasi baru untuk Pistons. BERITA BOLA
Perkembangan Karir Cunningham yang Mengesankan: Cade Cunningham Diprediksi Bisa Jadi MVP NBA
Cunningham tak lahir sebagai bintang instan. Draft pertama 2021 dari Oklahoma State, ia langsung starter sebagai rookie, rata-rata 17,4 poin dan 6,2 assist dari 64 laga. Tapi musim kedua flop total: cedera kaki kiri batasi ia cuma 12 laga, bikin Pistons finis 17-65. Musim 2023-24 jadi titik balik: kembali penuh, ia catat 22,7 poin, 7,5 assist, dan 4,3 rebound, pimpin tim ke 14 kemenangan—naik dari tiga musim sebelumnya. Ia All-Star pertama kali, dan shooting-nya naik ke 47 persen dari lapangan.
Awal 2025-26, ia naik level lagi. Di laga pembuka lawan Hornets, Cunningham cetak 32 poin dengan 10 assist, termasuk game-winner step-back tiga. Lawan Knicks, triple-double 28-10-10 bikin Madison Square Garden hening. Rata-rata 29 poin musim ini naik dari 22,7 tahun lalu, dengan efisiensi 51 persen—tertinggi karir. Pelatih J.B. Bickerstaff bilang, “Cade main seperti veteran; ia baca permainan dua langkah ke depan.” Ini hasil offseason keras: latihan ekstra dengan Chris Paul yang gabung Pistons, fokus pick-and-roll dan defense. Cedera masa lalu bikin ia lebih pintar jaga tubuh—ia kurangi menit dari 35 jadi 32 per laga. Pistons, yang rebuild sejak 2020, kini punya fondasi: Cunningham jadi motor, dibantu Jaden Ivey dan Ausar Thompson.
Faktor Pendukung Prediksi MVP: Cade Cunningham Diprediksi Bisa Jadi MVP NBA
Prediksi MVP untuk Cunningham bukan isapan jempol. Analis soroti kemampuannya angkat tim lemah—mirip Derrick Rose 2011, MVP dengan Bulls yang finis delapan. Di liga di mana favorit seperti Luka Doncic dan Shai Gilgeous-Alexander punya tim kuat, narasi “mengangkat underdog” beri Cunningham edge. Ia puncak daftar poin Timur awal musim, dengan 2,5 steal per laga—tertinggi di antara guard. Plus, ia wakili generasi baru: atletis 6’6″ dengan visi passing elite, shooting 40 persen dari tiga.
Timnya juga bantu: pertahanan naik ke rating 110 dari 118 musim lalu, berkat Thompson dan Christian Koloko di paint. Bickerstaff terapkan formasi 4-1 pick-and-roll dengan Cunningham sebagai hub, ciptakan 35 persen poin tim. Bandingkan dengan MVP 2024 Nikola Jokic: Jokic punya Nuggets siap juara, sementara Cunningham bangun Pistons dari nol. Analis bilang, “Jika Pistons capai 45 kemenangan, Cade MVP.” Tantangannya? Rival seperti Jayson Tatum di Celtics yang lagi dominan. Tapi angka Cunningham—player efficiency rating 28, tertinggi karir—bikin ia layak dibahas.
Tantangan dan Prospek Masa Depan
Meski cerah, jalan Cunningham ke MVP penuh rintangan. Pistons masih tim muda: turnover 15 per laga tertinggi Timur, dan pertahanan bocor lawan tim cepat seperti Knicks. Cedera ankle yang kambuh akhir musim lalu jadi momok—ia absen dua laga pramusim karena manajemen beban. Bickerstaff harus pintar rotasi, terutama November yang padat dengan tandang ke Thunder dan Lakers. Plus, persaingan MVP ketat: Gilgeous-Alexander lagi 30 poin rata-rata, dan Anthony Edwards dari Timberwolves haus gelar.
Prospeknya? Jika Pistons capai playoff, Cunningham All-NBA lock, dan MVP masuk radar serius. Kontraknya 224 juta dolar hingga 2028 aman, tapi musim ini bisa bawa extension lebih besar. Ia bilang, “Saya main untuk tim, bukan gelar. Tapi MVP? Itu mimpi.” Di Detroit yang haus sukses sejak 2008, ia jadi harapan baru—jersey-nya laris, dan fans chant “MVP” di Little Caesars Arena. Tantangan ini bikin ia lebih kuat, seperti rookie year-nya yang penuh tekanan.
Kesimpulan
Prediksi Cade Cunningham sebagai MVP NBA jadi angin segar di awal musim 2025-26 yang penuh kejutan. Dari perkembangan karir impresif hingga faktor narasi underdog, ia bukti point guard modern bisa ubah nasib tim. Tantangan cedera dan rivalitas tak kecil, tapi dengan angka gila dan leadership-nya, Pistons punya peluang playoff—dan Cunningham, peluang MVP. Di usia 23, ia punya waktu panjang, tapi musim ini kunci bukti. Detroit siap saksikan bintangnya bersinar—dan jika MVP jadi kenyataan, itu cerita klasik NBA. Yang pasti, Cunningham lagi tulis sejarahnya sendiri, satu assist demi satu.