Blazers Secara Mengejutkan Berhasil Kalahkan GSW. Malam Jumat di Chase Center berubah jadi kejutan besar saat Portland Trail Blazers membalikkan ekspektasi dengan kemenangan tipis 127-123 atas Golden State Warriors di pekan ke-12 NBA Cup musim 2025-26. Ini kemenangan tandang pertama Blazers atas Warriors sejak Januari 2023, hentikan tren buruk lima kekalahan beruntun lawan tim biru langit itu. Deni Avdija jadi pahlawan tak terduga dengan 26 poin—termasuk 12 dari 13 lemparan bebas—plus karir-high 14 assist dan enam rebound, pimpin comeback dari ketertinggalan 10 poin kuarter ketiga. Stephen Curry ledak 38 poin dengan sembilan tiga poin untuk Warriors, tapi tak cukup angkat timnya. Kemenangan ini angkat Blazers dari lubang rekor 4-11 ke posisi lebih nyaman di Barat, sementara Warriors tertahan di 9-6 setelah start panas. Pelatih Chauncey Billups puji skuad: “Kami main dengan hati, dan malam ini itu cukup.” Bagi Warriors, ini pelajaran pahit soal eksekusi akhir di kandang sendiri. INFO CASINO
Jalannya Pertandingan yang Sengit: Blazers Secara Mengejutkan Berhasil Kalahkan GSW
Babak pertama langsung jadi perang saling serang. Warriors unggul tipis 37-30 kuarter pembuka berkat ledakan Curry yang cetak 15 poin awal, termasuk empat tiga poin. Blazers jeblok dengan turnover enam kali, tapi Avdija mulai panas dari bangku—enam poin dan tiga assist. Penguasaan bola Warriors capai 55 persen, rebound 15-8 unggul, bikin Chase Center bergemuruh. Kuarter kedua lanjut ketat: Blazers balik unggul 68-65 saat turun minum, tembakan lapangan 48 persen dan tiga poin 40 persen, dengan Avdija tambah delapan poin. Tapi babak kedua berubah ganas. Warriors ledak di kuarter ketiga: outscore Blazers 30-21, ambil alih 95-89 masuk kuarter akhir berkat 12 poin Curry di periode itu—lima dari tujuh tembakan. Blazers ambruk, Anfernee Simons cuma enam poin babak kedua dengan empat turnover. Kuarter empat meledak: Warriors bangun keunggulan 10 poin di 4:08 tersisa, tapi Blazers run 16-8 tutup laga. Statistik akhir: Blazers 46 persen tembakan lapangan, Warriors 50 persen, tapi efisiensi lemparan bebas Blazers unggul.
Performa Heroik Deni Avdija: Blazers Secara Mengejutkan Berhasil Kalahkan GSW
Deni Avdija curi sorotan dengan 26 poin efisien dari 6-dari-14 tembakan—tertinggi tim—plus 14 assist karir-high yang pimpin transisi cepat. Ia dominan di garis bebas: 12-dari-13, termasuk dua krusial di 9,8 detik tersisa untuk segel 127-123. Ini performa keduanya musim ini di atas 20 poin dengan double-digit assist, angkat rata-rata jadi 14,2 poin per laga. Anfernee Simons tambah 24 poin dari 9-dari-18 tembakan, termasuk tiga tiga poin yang potong defisit akhir. Blazers tunjukkan kedalaman bench—28 poin cadangan—paksa 14 turnover Warriors, termasuk lima di kuarter akhir. Bagi Warriors, Curry heroik 38 poin dari 11-dari-16 tembakan, tapi miss shot krusial di 4:08 jadi mahal. Jimmy Butler tambah 18 poin enam rebound, tapi offensive foul di rebound akhir hantam momentum. Pelatih Steve Kerr kesal: “Kami punya peluang, tapi eksekusi hilang.” Dampak luas: Blazers naik ke posisi 12 Barat, Warriors tekanan di perburuan gelar.
Strategi Blazers yang Mengubah Pertandingan
Chauncey Billups puji strategi adaptasi skuadnya pasca-laga, fokus pada pressing tinggi dan free throw hunting. “Kami tahu Curry panas, jadi kami paksa dia ambil shot sulit dan tekan inbound,” katanya. Blazers kuasai paint 52 persen berkat Avdija rebound, plus 20 poin fast break. Ini cara mereka menang: bukan dominasi, tapi ketangguhan akhir—run 20-5 di 5:42 kuarter empat yang hentikan Warriors. Billups soroti mental: “Kami belajar dari kekalahan playoff lalu—tak ada menyerah.” Bagi Kerr, masalah eksekusi: “Kami unggul rebound tapi turnover bunuh kami.” Warriors kebobolan 127 poin—terburuk kandang musim—dan rekor 9-6 tekan rotasi tanpa Klay Thompson yang absen. Dampak luas: Blazers dapat momentum jelang kunjungan Thunder Minggu nanti, Warriors harus poles closing game lawan Jazz Senin.
Kesimpulan
Kemenangan mengejutkan 127-123 Blazers atas Warriors jadi momen ikonik NBA Cup, dengan Avdija sebagai pahlawan yang redam 38 poin Curry. Comeback akhir tunjukkan hati juara Blazers yang lagi bangkit dari start lambat, sementara Warriors belajar pelajaran pahit soal eksekusi. Bagi Billups, ini suntikan moral; bagi Kerr, saatnya adaptasi cepat. Blazers ancam mid-table Barat, Warriors kejar ketertinggalan. Malam di San Francisco ini beri kenangan abadi—bukti underdog bisa kalahkan raksasa dalam sekejap.