Steph Curry Masih Menjadi Pilihan Utama Warriors. Steph Curry tetap jadi jantung Golden State Warriors musim 2025/26, meski tim sudah alami perubahan skuad signifikan pasca-gelar keempat mereka di 2022. Pada konferensi pers pra-musim tanggal 18 Oktober 2025, pelatih Steve Kerr tegas bilang, “Steph adalah pilihan utama kami, titik akhir cerita.” Di usia 37 tahun, Curry—yang baru saja perpanjang kontrak empat tahun senilai 215 juta dolar—masih tunjukkan kelasnya sebagai shooter terbaik sepanjang masa, dengan rata-rata 26 poin per laga di pra-musim dari empat laga. Warriors, yang finis perempat final Barat tahun lalu, kini bangun ulang di sekitar Curry setelah pensiun Klay Thompson dan trade Draymond Green ke Atlanta. Tambahan Buddy Hield dan De’Anthony Melton beri kedalaman, tapi Curry tetap inti—ia catat 30 poin dan 8 assist lawan Lakers di laga terakhir pra-musim. Musim reguler dimulai besok lawan Portland Trail Blazers, dan komitmen Warriors pada Curry jadi sinyal kuat bahwa mereka tak rela lepas legenda hidup ini. Di liga yang penuh bintang muda, Curry bukti usia tak halangi ambisi juara. BERITA BOLA
Performa Curry yang Tak Pudar di Usia 37: Steph Curry Masih Menjadi Pilihan Utama Warriors
Curry tak lagi lompat setinggi dulu, tapi efisiensinya tetap memukau, bikin ia tetap pilihan utama Warriors. Di pra-musim, ia shooting 48 persen dari lapangan dan 43 persen dari jarak tiga poin—angka yang naik dari 41 persen musim lalu meski main 32 menit per laga. Laga lawan Lakers pekan lalu jadi contoh: 30 poin dari 11-20 tembakan, termasuk 6-10 three-pointer, plus 8 assist yang ciptakan peluang untuk Hield. Ini mirip musim 2023/24 di mana ia rata-rata 26,4 poin dan 5,1 assist dalam 74 laga, nomor dua di MVP voting di balik Nikola Jokić. Cedera pergelangan tangan 2024 batasi ia ke 55 laga, tapi Curry pulih total: ia cover 25 menit tanpa lelah, dengan kecepatan sprint 3,3 detik yang masih top-10 di posisinya. Kerr sebut Curry “mesin yang tak rusak,” karena ia adaptasi gaya: kurangi drive (dari 15 jadi 10 per laga) demi off-ball movement yang bikin spacing Warriors rating serangan 116 poin per 100 possession saat ia on-court. Di usia prime-nya, Curry sudah empat kali juara, dua MVP final, dan rekor three-pointer sepanjang masa—fakta yang bikin Warriors yakin ia masih aset berharga, bukan beban.
Komitmen Warriors yang Tak Goyah pada Curry: Steph Curry Masih Menjadi Pilihan Utama Warriors
Warriors perpanjang Curry di Juli 2025 bukan keputusan emosional; itu strategi jangka panjang untuk bangun ulang. Kontrak 215 juta dolar—termahal untuk guard usia 37—punya klausul insentif berdasarkan playoff dan All-Star, tunjukkan kepercayaan penuh. General manager Mike Dunleavy tolak trade rumor Curry ke tim seperti Knicks atau Heat, bilang “Steph adalah DNA Warriors, kami bangun di sekitarnya.” Ini beda pendekatan rival seperti Lakers yang load-manage LeBron; Kerr rencanakan Curry main 32 menit per laga, istirahat hanya di back-to-back non-krusial. Tambahan Hield (shooting 40 persen three-point) dan Melton (1,8 steal per laga) lengkapi Curry, ciptakan lineup fleksibel dengan Jonathan Kuminga sebagai power forward muda. Warriors proyeksi 50 kemenangan, favorit +1000 juara Barat, dan Curry jadi pusat: 35 persen usage rate-nya turun jadi 30, beri ruang untuk Brandin Podziemski berkembang. Komitmen ini lahir dari sejarah: Curry pimpin dynasty 2015-2019, dan meski era baru, ia tetap simbol—parade hipotetis 2026 bakal sentral di sekitar nomor 30-nya.
Peran Curry di Skuad Baru dan Tantangan Musim Depan
Di skuad baru Warriors, Curry tak lagi solo carry; ia konduktor yang maksimalkan talenta muda. Dengan Hield di wing, Curry bisa off-ball lebih banyak, mirip era prime-nya dengan Thompson—ia assist 5,5 per laga pra-musim, naik 10 persen. Kuminga, 22 tahun, dapat mentoring langsung: Curry ajarin footwork di latihan, hasilkan 15 poin rata-rata pra-musim dari forward itu. Tantangan musim ini: Barat ketat dengan Thunder favorit dan Nuggets Jokić, plus cedera potensial Curry yang musim lalu absen 27 laga. Kerr atasi dengan rotasi ketat, istirahatkan Curry di laga mudah, tapi ia tetap starter di matchup besar seperti lawan Clippers. Curry bilang, “Saya main untuk tim, bukan rekor pribadi.” Peran ini bikin Warriors fleksibel: saat Curry istirahat, Podziemski isi dengan 12 poin per laga pra-musim. Tantangan lain: cap space ketat setelah kontrak Curry, tapi Dunleavy siap trade kecil untuk depth. Dengan jadwal awal ringan—lawan Blazers, Jazz—Curry bisa bangun ritme, target 27 poin dan 6 assist reguler. Di playoff, pengalaman empat gelar-nya bedakan Warriors dari tim muda seperti Grizzlies.
Kesimpulan
Steph Curry masih pilihan utama Warriors karena performa tak pudar, komitmen tim yang kuat, dan peran konduktor di skuad baru yang penuh potensi. Di usia 37, ia bukti legenda tak pensiun mudah—dari three-point rekor hingga MVP voting, Curry tetap inti dynasty. Musim 2025/26 dimulai besok, dan dengan ia sebagai pusat, Warriors siap saingi puncak Barat lagi. Tantangan usia dan rival ketat ada, tapi Curry siap pimpin—bukan akhir, tapi babak baru kejayaan. Penggemar Warriors boleh yakin: selama nomor 30 di lapangan, mimpi gelar kelima tetap hidup.