Steve Kerr Kecewa Dengan Performa Warriors Musim Ini. Steve Kerr, pelatih kepala tim basket Golden State Warriors, secara terbuka menyatakan kekecewaannya atas performa tim musim 2025/26 yang jauh dari harapan. Setelah kekalahan 136-131 dari Portland Trail Blazers pada 14 Desember 2025, Kerr mengambil tanggung jawab penuh, mengaku “saya tidak melakukan pekerjaan dengan baik tahun ini”. Meski Stephen Curry tampil luar biasa dengan 48 poin dan 12 three-pointer, tim gagal menutup laga dan kini tercatat 13-14, berada di posisi delapan konferensi barat. Pernyataan Kerr ini mencerminkan frustrasi atas kegagalan tim menutup pertandingan ketat, meski memiliki talenta cukup untuk lebih baik. BERITA BOLA
Kekalahan Krusial dan Performa Curry yang Terbuang: Steve Kerr Kecewa Dengan Performa Warriors Musim Ini
Laga melawan Trail Blazers jadi contoh nyata masalah tim saat ini. Warriors sempat unggul 10 poin di kuarter keempat, tapi kebobolan 40 poin di periode itu dan kalah di akhir. Curry, yang baru kembali dari cedera, cetak 48 poin—termasuk melewati rekor Michael Jordan untuk poin 40+ di usia di atas 30 tahun—tapi dukungan rekan tak cukup. Ini jadi kekalahan kedua berturut-turut sejak Curry kembali, di mana ia total sumbang 87 poin tapi tim tetap kalah. Kerr sebut tim sering buang keunggulan di momen krusial, dengan rekor 5-9 di situasi clutch. Ofensif tim drop drastis saat Curry istirahat, dari 118,4 poin per 100 possession jadi 107,1—lebih buruk dari tim terburuk liga.
Tanggung Jawab Kerr atas Rotasi dan Eksekusi: Steve Kerr Kecewa Dengan Performa Warriors Musim Ini
Kerr tak ragu salahkan diri sendiri atas inkonsistensi. “Kami punya talenta cukup untuk jauh lebih baik, tapi kami kalah di semua laga ketat,” katanya, menekankan tugasnya “menghubungkan permainan” tim. Rotasi jadi sorotan, dengan 15 starting lineup berbeda dalam 27 laga terakhir, termasuk percobaan baru melawan Trail Blazers. Kerr akui perlu sederhanakan ofensif saat Curry duduk, dan perbaiki transisi defense yang sering bocor. Turnovers tinggi, seperti 18 di laga itu dengan delapan dari Draymond Green, jadi masalah kronis. Kerr bandingkan dengan akhir musim lalu saat Jimmy Butler bantu stabilkan tim, tapi tahun ini belum temukan ritme serupa.
Tantangan Ke Depan dan Harapan Perbaikan
Dengan rekor 13-14, Warriors berada di zona play-in, jauh dari ekspektasi contender. Kerr lihat potensi besar, terutama dengan Curry dan Butler sebagai duet utama, tapi butuh unity dan disiplin lebih. Jadwal padat mendatang, termasuk laga melawan Phoenix Suns, jadi ujian. Kerr optimistis bisa perbaiki, dengan fokus pada mindset eksekusi dan kurangi ketergantungan pada Curry. Kritik fans atas rotasi, terutama pemain muda seperti Jonathan Kuminga dan Moses Moody, tambah tekanan, tapi Kerr tekankan adaptasi krusial di liga yang semakin cepat.
Kesimpulan
Kekecewaan Steve Kerr atas performa Warriors musim ini jadi cermin dari musim yang penuh tantangan. Meski Curry terus beri masterclass, tim sering gagal tutup laga dan buang peluang. Tanggung jawab Kerr atas rotasi dan koneksi tim tunjukkan kepemimpinan jujur, tapi juga tekanan untuk cepat temukan solusi. Dengan talenta ada, potensi bangkit masih besar jika disiplin ditingkatkan. Musim masih panjang, dan Kerr punya kesempatan ubah arah sebelum terlambat. Penggemar berharap ini jadi titik balik, agar prime Curry tak lagi terbuang sia-sia.