3 Latihan Shooting Agar Bisa Akurat. Dalam basket, akurasi shooting adalah kunci untuk jadi penutup laga yang mematikan, baik dari jarak dekat, mid-range, atau three-point. Banyak pemain, dari pemula hingga pro, berjuang untuk konsisten karena shooting butuh teknik, fokus, dan latihan berulang. Di musim 2025/26, dengan NBA dan IBL makin kompetitif, pemain seperti Stephen Curry (44% dari three) atau Ali Bagir (38% di IBL) tunjukkan pentingnya latihan spesifik untuk tingkatkan akurasi. Kabar baiknya? Kamu nggak perlu bakat super untuk jago nembak. Tiga latihan sederhana ini, yang dipakai pro dan terbukti efektif, bisa bantu kamu tingkatkan persentase tembakan. Yuk, simak latihan-latihan ini, langsung ke intinya! BERITA BOLA
Form Shooting Drill: 3 Latihan Shooting Agar Bisa Akurat
Latihan pertama adalah form shooting drill, fokus pada teknik dasar tembakan untuk bangun muscle memory. Mulai dari jarak dekat, sekitar 1-2 meter dari ring, tanpa lompat. Posisikan kaki selebar bahu, lutut sedikit ditekuk, dan pegang bola dengan tangan dominan di bawah, sementara tangan pendukung di samping. Fokus pada BEEF: Balance (keseimbangan kaki), Eyes (mata ke ring), Elbow (siku lurus ke atas), dan Follow-through (pergelangan tangan lentur, jari mengarah ke bawah). Tembak 50 kali dari tiga spot dekat ring, pastikan gerakan mulus dan konsisten.
Setelah nyaman, mundur ke 3-4 meter, lalu tambah lompatan kecil. Latihan ini dipakai legenda seperti Ray Allen, yang terkenal dengan form sempurna. Targetkan 80% akurasi di setiap spot sebelum pindah. Untuk pemula, lakukan 15 menit per hari; untuk pro, 30 menit. Ini bantu perbaiki mekanika tembakan, kurangi deviasi, dan tingkatkan feel. Catat jumlah tembakan masuk setiap sesi untuk lihat progres. Konsistensi di sini jadi fondasi akurasi jarak jauh.
Spot Shooting dengan Time Pressure
Latihan kedua adalah spot shooting dengan tekanan waktu, simulasi situasi game yang realistis. Pilih lima titik di lapangan: dua corner three, dua wing, dan satu top of the key. Mulai dari satu titik, tembak tiga kali berturut-turut, lalu sprint ke titik berikutnya dalam 10 detik. Ulangi siklus ini untuk 10 putaran, targetkan minimal 2 dari 3 tembakan masuk per spot. Gunakan stopwatch atau aplikasi seperti ShotTracker untuk hitung waktu dan akurasi. Latihan ini populer di kalangan NBA, dipakai Klay Thompson untuk jaga ritme.
Tantangannya: tekanan waktu bikin kamu fokus pada form sambil atur napas di bawah kelelahan. Tambah intensitas dengan pasang defender bayangan (bisa pelatih atau temen yang ganggu tanpa kontak). Untuk pemula, mulai dengan 15 tembakan per spot tanpa lari, lalu tambah sprint. Pro bisa coba 20 putaran dengan target 75% akurasi. Ini bantu bangun stamina dan mental untuk tembakan krusial, seperti clutch three di kuarter empat. Catat persentase masuk untuk lihat peningkatan mingguan.
One-Dribble Pull-Up Drill
Latihan ketiga adalah one-dribble pull-up drill, fokus pada tembakan setelah gerakan, mirip situasi off-dribble di game. Mulai dari garis three-point, dribble sekali (kiri atau kanan), lalu tarik untuk tembak mid-range atau three-point. Fokus pada keseimbangan: kaki harus set, badan tegak, dan bola naik cepat ke posisi tembak. Lakukan 10 tembakan dari tiga spot (wing kiri, wing kanan, top of the key), ulang 5 putaran. Targetkan 70% akurasi untuk pemula, 80% untuk pro.
Latihan ini dipakai Damian Lillard untuk asah pull-up jumper-nya. Tambah variasi: dribble crossover, hesitation, atau step-back untuk simulasi game. Gunakan cone sebagai marker untuk latih gerakan lateral. Untuk tingkatkan kesulitan, tambah defender bayangan atau timer (tembak dalam 2 detik setelah dribble). Latihan ini bantu koordinasi tangan-kaki, tingkatkan kecepatan release, dan latih tembakan di bawah tekanan. Lakukan 20 menit per sesi, tiga kali seminggu, dan pantau akurasi untuk pastikan progres.
Kesimpulan: 3 Latihan Shooting Agar Bisa Akurat
Akurasi shooting bukan bakat bawaan, tapi hasil latihan disiplin. Form shooting drill perbaiki teknik dasar, spot shooting dengan tekanan waktu latih konsistensi di situasi game, dan one-dribble pull-up drill asah tembakan setelah gerakan. Ketiganya, yang dipakai pro seperti Curry dan Lillard, terbukti tingkatkan persentase tembakan dari 30% jadi 40% bahkan lebih dengan latihan rutin. Untuk pemula, 15-20 menit per latihan tiga kali seminggu cukup; pro bisa dorong sampai 30 menit tiap hari. Catat progres, fokus pada form, dan simulasi tekanan game. Musim 2025/26 menanti—jadilah penembak jitu yang ditakuti di lapangan!