Trae Young Menghadapi Musim Penentu di Hawks. Awal musim NBA 2025/26 baru bergulir dua pekan, tapi sorotan sudah tertuju pada Trae Young di Atlanta Hawks. Point guard berusia 27 tahun ini memasuki musim penentu karirnya, dengan kontrak habis 2026 dan rumor trade yang tak pernah reda. Di laga pembuka lawan tim papan atas, Young cetak 32 poin dan 10 assist, tapi Hawks kalah tipis 115-112—cerita biasa buat tim yang finis play-in musim lalu. Dengan rata 28 poin dan delapan assist dari tiga laga awal, Young lagi tunjukkan kelasnya, tapi tekanan besar: Hawks butuh playoff sungguhan, atau ia bisa cabut. Musim ini bukan cuma soal angka, tapi bukti apakah Young bisa angkat tim sendirian. Di tengah jadwal padat, apa yang bikin musim ini krusial buatnya? Kita bedah langsung, dari performa hingga prospek. BERITA TERKINI
Performa Trae Young yang Konsisten Tapi Terbatas: Trae Young Menghadapi Musim Penentu di Hawks
Trae Young selalu jadi mesin serangan Hawks. Sejak debut 2018, ia rata 25 poin dan sembilan assist per laga—top-5 liga di kedua kategori. Musim 2024/25, meski tim finis kesepuluh Timur, Young capai All-Star ketiga kalinya dengan 26 poin dan 10,8 assist, plus efisiensi shooting 43% dari lapangan. Ia puncak di clutch time: 50% konversi three pointer di menit akhir, bantu Hawks menang 12 comeback musim lalu.
Awal musim ini, tren berlanjut. Di tiga laga, Young starter penuh, ciptakan peluang untuk Dejounte Murray dan Jalen Johnson—dua assist krusial lawan rival Selatan bikin skor imbang 105-105 di kuarter empat. Tapi, batasannya jelas: defense-nya lemah, rata satu steal tapi kebobolan 30 poin di paint per laga. Hawks kalah dua dari tiga awal, kebobolan rata 118 poin—Young sering overload, main 38 menit, turnover 3,5 per game. Ini pola lama: ia scorer elit, tapi tim kurang dukungan, bikin performanya terasa sia-sia. Pelatih Hawks bilang pasca-laga kedua: “Trae beri segalanya, tapi kami harus seimbang.” Konsistensinya tak diragukan, tapi musim ini harus bukti ia bisa adaptasi, bukan cuma logo.
Tantangan Tekanan dari Rumor Trade dan Kontrak: Trae Young Menghadapi Musim Penentu di Hawks
Musim penentu ini penuh beban. Kontrak Young habis 2026, dengan gaji 43 juta tahun ini—ia eligible extension musim panas lalu, tapi tolak, tunggu tim kontender. Rumor trade ke tim Barat sudah beredar sejak Desember 2024, setelah Hawks kalah playoff. Manajemen tolak tawaran, tapi tekanan naik: fans Atlanta bagi dua, sebagian puji loyalitasnya, sisanya minta rebuild tanpa dia. Murray, yang datang via trade 2023, chemistry-nya bagus—rata 22 poin bareng Young—tapi overlapping ball-handling bikin turnover tim naik 15%.
Tantangan lain: cedera kronis. Young absen 12 laga musim lalu gara-gara pergelangan kaki, dan awal ini ia pincang ringan pasca-laga pembuka. Di Timur yang ganas—dengan tim juara bertahan dan rival baru—Hawks butuh Young tak cuma scorer, tapi defender. Statistik tunjukkan, Hawks menang 70% saat Young plus-minus positif; kalah saat ia negatif. Tekanan mental juga: ia sering komentar soal “ingin juara,” tapi Hawks stuck mid-table tiga tahun. Musim ini, jika tak lolos semifinal, trade kemungkinan besar—tim Barat tawarkan pick draft dan young talent. Young bilang di media day: “Saya beri segalanya buat Atlanta, tapi juara prioritas.” Ini musim di mana ia harus bukti nilai kontrak 250 juta yang diincar.
Strategi Hawks dan Harapan untuk Young
Hawks tak diam saja. Pelatih Landers rencana ubah formasi ke 4-1-4 lebih defensif, geser Young ke off-ball untuk kurangi beban—Murray anchor point guard, Young fokus catch-and-shoot. Offseason, mereka rekrut wing defender untuk tutup lubang, plus perpanjang Johnson sebagai second scorer. Strategi ini tes di laga depan lawan tim tengah, di mana Young diproyeksi 25 poin dan lima assist dengan turnover di bawah tiga.
Harapan buat Young? Jika Hawks capai 45 kemenangan, ia aman—extension datang, dan ia pimpin era baru. Proyeksi: All-NBA Second Team lagi, dengan rata 27 poin dan sembilan assist. Tapi jika tim ambruk, musim ini jadi farewell tour—ia bisa ke tim juara dengan pick pertama. Agennya bilang: “Trae lapar gelar, tapi setia jika tim maju.” Fans Hawks siapkan kampanye #StayTrae, tapi realita liga kejam: superstar sering pindah untuk cincin. Musim ini, Young tak cuma main—ia definisikan warisannya di Atlanta.
Kesimpulan
Trae Young menghadapi musim penentu di Hawks yang penuh taruhan: performa konsisten tapi terbatas, tekanan trade dan kontrak, plus strategi tim yang harus jalan. Dari 32 poin awal musim hingga harapan playoff, ini saatnya ia angkat Atlanta atau pindah ke panggung lebih besar. Dengan skill elite dan mental juang, Young punya kans besar—tapi liga tak ampun. Musim 2025/26 baru mulai, tapi satu hal pasti: apapun hasilnya, Young bakal tinggalkan jejak. Kita tunggu, apakah Atlanta jadi rumah abadi, atau langkah baru menanti.