Masalah Giannis dan Alperen Sengun Selesai. Milwaukee, 23 September 2025 – Sorotan dunia basket kembali tertuju pada Giannis Antetokounmpo dan Alperen Şengün usai keduanya umumkan akhir dari “beef” EuroBasket yang sempat panas. Lewat postingan bersama di Instagram, kedua bintang NBA ini bagikan foto pelukan mereka di lapangan, lengkap dengan pesan damai: “Kami main untuk cinta negara kami, cinta olahraga ini, dan saling hormat. Olahraga buat kita bersatu, bukan memecah.” Masalah yang dimulai dari komentar Şengün soal passing Giannis di semifinal EuroBasket 2025—di mana Turki kalahkan Yunani 89-72—sempat eskalasi jadi perdebatan nasional, bahkan ancaman ke keluarga Giannis. Tapi kini, seminggu setelah insiden, keduanya sudah berdamai lewat panggilan pribadi dan permintaan maaf publik. Bucks dan Rockets, klub masing-masing, puji langkah ini sebagai contoh kedewasaan. Di tengah training camp NBA yang mulai bergulir, resolusi ini jadi pengingat bahwa rivalitas di lapangan tak harus berlanjut di luar. BERITA BOLA
Mengenal Giannis Antetokounmpo dan Alperen Şengün
Giannis Antetokounmpo, lahir di Athens, Yunani, pada 6 Desember 1994 dari orang tua Nigeria, adalah forward dominan Milwaukee Bucks yang dijuluki “Greek Freak.” Kariernya dimulai sebagai undrafted 2013, tapi cepat melejit: dua MVP (2019, 2020), Finals MVP 2021 saat bawa Bucks juara NBA pertama sejak 1971, dan All-Star 8 kali. Musim lalu, ia rata 30.4 poin, 11.5 rebound, 6.5 assist dari 73 laga, shooting 61.1% FG—tapi cedera hamstring akhir musim bikin Bucks kalah semifinal Timur dari Celtics. Di timnas Yunani, Giannis kapten sejak 2016, bawa tim ke perempat final Olimpiade 2024 dan perunggu EuroBasket 2025. Di luar lapangan, ia filantropis via Bucks Youth Foundation dan keluarga bahagia dengan istri Mariah Randall—yang sempat terima ancaman gara-gara feud ini.
Alperen Şengün, lahir di Istanbul, Turki, pada 25 Haziran 2002, adalah center Houston Rockets yang lahir dari keluarga basket—ayahnya pelatih junior. Debut di EuroLeague dengan Fenerbahçe 2018, ia pindah ke NBA via draft 16 overall 2021. Musim lalu, Şengün breakout: 21.1 poin, 9.3 rebound, 5.0 assist dari 72 laga, shooting 53.3% FG—bantu Rockets finis kedua Barat dengan 52 kemenangan. Di timnas Turki, ia kapten muda sejak 2021, bawa tim ke final EuroBasket 2025 (runner-up kalah dari Jerman) dan MVP turnamen dengan 18.4 poin, 10.2 rebound. Usia 23, Şengün kontrak lima tahun $150 juta sampe 2029, dan dikenal sebagai “Turkish Jokić” karena passing visi. Ia juga aktif di komunitas Turki via Sengun Foundation untuk anak yatim.
Kapan Mereka Berdua Ini Bermasalah
Masalah Giannis dan Şengün dimulai di semifinal EuroBasket 2025 pada 12 September di Berlin, di mana Turki kalahkan Yunani 89-72. Giannis kesulitan cetak cuma 12 poin (5/14 FG), dan pasca-laga, Şengün diwawancara bilang strategi Turki: “Giannis pemain luar biasa, tapi bukan passer hebat. Kami tutup paint dan paksa dia passing.” Komentar itu langsung viral, picu balasan pelatih Yunani Vassilis Spanoulis: “Şengün masih bocah kecil untuk bicara soal Giannis.” Giannis awalnya cuek, tapi di live Instagram pasca-kemenangan perunggu lawan Finland 14 September, ia marah lihat fans Turki angkat bendera: “Keluarin bendera Turki sialan dari sini.”
Eskalasi cepat: Şengün post lirik lagu provokatif di Instagram yang dianggap sindir Yunani, bikin fans kedua negara ribut online. Istri Giannis, Mariah, ungkap terima ancaman mengerikan dari fans Turki, termasuk pesan kekerasan—bikin Bucks dan FIBA campur tangan. Debat nasional meledak: media Yunani sebut Şengün “kurang ajar,” sementara Turki bela sebagai “trash talk biasa.” Feud ini hampir ganggu persiapan NBA, dengan Şengün hapus post dan Giannis diam, tapi tekanan publik bikin situasi panas selama tiga hari.
Cara Alperen Şengün dan Giannis Antetokounmpo Dapat Berdamai
Damai datang lewat panggilan pribadi Giannis ke Şengün pada 15 September, di mana keduanya bahas insiden secara dewasa—Giannis akui komentarnya emosional, Şengün minta maaf atas lirik lagu. Hasilnya, postingan bersama di Instagram 16 September: foto pelukan mereka pasca-laga Rockets-Bucks November 2024, dengan caption “Kami main untuk cinta negara, cinta game, dan hormat. Olahraga buat bersatu, bukan pecah.” Keduanya post permintaan maaf di story: Giannis bilang “Post saya kesalahan komunikasi,” Şengün sebut “Live saya tak tepat.” FIBA puji sebagai “contoh kedewasaan,” dan Bucks-Rockets atur pertemuan pra-musim.
Langkah ini tutup babak panas, dengan fans kedua negara apresiasi—hashtag #UnityInBasketball trending. Şengün bilang di presser Rockets: “Giannis saudara, kami belajar dari ini.” Giannis tambah: “Olahraga ajar kita hormat lawan.” Resolusi ini tak cuma akhir feud; ia contoh bagaimana bintang NBA atasi rivalitas internasional tanpa rusak citra.
Kesimpulan: Masalah Giannis dan Alperen Sengun Selesai
Resolusi masalah Giannis Antetokounmpo dan Alperen Şengün jadi cerita positif di akhir EuroBasket 2025, dari komentar passing ke pelukan damai yang satukan fans. Dari semifinal panas ke panggilan pribadi, keduanya tunjukkan kedewasaan yang layak dipuji—bukti rivalitas bisa berakhir hormat. Bagi Bucks dan Rockets, ini fondasi bagus pra-musim NBA; bagi basket global, pesan bersatu lebih kuat dari trash talk. Musim panjang menanti, tapi Giannis dan Şengün sudah siap main lagi—dengan senyum, bukan amarah.