Paul George Merasa Kondisinya Baik-baik Saja. Pada 3 Desember 2025, Paul George, penyerang Philadelphia 76ers berusia 35 tahun, kembali menjadi sorotan usai latihan tim di Camden. Setelah melewati musim 2025-26 yang penuh absen karena cedera lutut kiri dan punggung bawah, George kini merasa kondisinya baik-baik saja. Dalam wawancara singkat dengan media pasca-sesi, ia bilang, “Saya merasa bagus, lebih kuat dari sebelumnya.” Ini datang setelah tim umumkan ia questionable untuk laga Selasa lawan Washington Wizards karena soreness lutut kiri dan tightness punggung bawah, tapi George optimis bisa main. Sejak operasi artroskopi lutut Juli lalu akibat cedera latihan offseason, ia baru main lima laga musim ini dengan rata 13,3 poin dan 4,7 rebound. 76ers, yang start kuat 10-9 meski tanpa bintang penuh, andalkan George untuk naik papan Timur. Respons positif ini jadi angin segar di tengah krisis cedera tim, termasuk Joel Embiid yang juga pulih lutut. REVIEW KOMIK
Kondisi Fisik: Pemulihan Lutut yang Mulai Stabil: Paul George Merasa Kondisinya Baik-baik Saja
George tak sembunyikan riwayat cedera lutut kirinya yang jadi mimpi buruk sejak bergabung 76ers. Operasi artroskopi Juli 2025 akibat robek parsial ligamen dari workout offseason bikin ia absen awal musim, mirip absen dua musim penuh karena ACL 2014 dan 2022. Tapi kini, setelah program penguatan quadriceps kiri intensif, ia bilang lututnya “stabil dan tak lagi sakit saat gerak tajam.” Di latihan Selasa, George main full drill tanpa pincang, termasuk scrimmage 5-on-5 yang fokus transisi cepat.
Tim medis konfirmasi ia di tahap akhir return-to-play: latihan on-court penuh sejak November, dengan re-evaluasi mingguan. Soreness lutut yang muncul pasca-laga Hawks Minggu lalu—kekalahan overtime 142-134—cuma flare-up minor, bukan rekurensi. George tambah: “Saya bisa dorong lebih keras sekarang, tak seperti awal rehab.” Ini beda dari Oktober, saat ia questionable lawan Clippers tapi absen, kini ia siap suit up jika dibutuhkan.
Tightness Punggung: Masalah Tambahan yang Tak Ganggu: Paul George Merasa Kondisinya Baik-baik Saja
Selain lutut, tightness punggung bawah jadi isu baru yang George sebut “bisa dikelola.” Ini muncul setelah ia main 28 menit lawan Hawks, di mana ia cetak 15 poin tapi tampak kaku di akhir kuarter. Tightness ini terkait postur saat rebound—ia unggul 70 persen duel udara musim ini—tapi terapi ultrasound dan stretching harian sudah redakan. “Punggung terasa ketat, tapi tak batasi gerak saya,” katanya, tekankan bahwa ini bukan cedera struktural seperti herniasi sebelumnya.
Pelatih Nick Nurse puji adaptasi George: “Ia pintar dengar tubuhnya, tak paksa.” Ini selaras dengan manajemen beban tim, di mana George rotasi dengan Dominick Barlow di power forward. Tightness ini hilang dari injury report ankle kanan sebelumnya, tunjukkan kemajuan keseluruhan. George, dengan kontrak empat tahun 212 juta dolar, ingin main 70 laga musim ini—target realistis jika kondisi stabil.
Dampak untuk Tim: Harapan Naik Papan Timur
Kondisi baik George beri harapan besar bagi 76ers yang bergulat cedera. Tanpa ia dan Embiid penuh, tim kalah tiga dari lima laga terakhir, meski Tyrese Maxey rata 28 poin. Saat main, George beri spacing dengan 43 persen tembakan tiga poin, ciptakan ruang untuk Embiid di paint. “Saya siap bantu Maxey dan Embiid, itu prioritas,” ujarnya. Laga Wizards Rabu malam jadi ujian: jika main, ia starter gantikan Barlow yang cedera siku.
Fans Philadelphia optimis; George sebut tim “punya kedalaman untuk juara jika sehat.” Ini ingatkan musim lalu, saat ia absen 41 laga karena lutut, jari, dan groin—kini, dengan penguatan quad, ia target 30 menit per laga. Respons positifnya angkat moral locker room, terutama pasca-kekalahan Hawks di mana ia game-time decision tapi main.
Kesimpulan
Paul George merasa kondisinya baik-baik saja setelah melewati operasi lutut dan tightness punggung, siap kontribusi penuh untuk 76ers di paruh akhir 2025-26. Dari pemulihan stabil hingga dampak tim yang krusial, optimisme ini jadi sinyal positif di tengah krisis cedera. Hingga Desember 2025, dengan laga Wizards menanti, George bisa jadi kunci naik papan Timur—jika lututnya tahan. Di usia 35, ia bukti ketangguhan; Philadelphia butuh “PG13” versi penuh untuk mimpi gelar. Musim ini masih panjang, tapi George siap gaspol lagi.