Norman Powell Ingin Masuk All-Star Musim Ini. Norman Powell, guard Miami Heat yang kini berusia 32 tahun, secara terbuka menyatakan ambisinya untuk masuk skuad All-Star di musim 2025-2026 ini. Pada awal Januari 2026, setelah mencetak 34 poin dengan 9 tembakan tiga angka sukses dalam kemenangan atas New Orleans Pelicans, Powell dengan percaya diri mengatakan bahwa ia telah membuktikan diri layak menjadi All-Star. Pemain yang bergabung dengan Heat melalui pertukaran musim panas lalu ini sedang menjalani musim terbaik karirnya, dengan rata-rata sekitar 24 poin per pertandingan, membuatnya menjadi kandidat serius untuk pertama kalinya terpilih sebagai All-Star. INFO SLOT
Performa Karier Tertinggi yang Mendukung Ambisi: Norman Powell Ingin Masuk All-Star Musim Ini
Musim ini, Powell tampil luar biasa sebagai pencetak skor utama Heat, terutama saat beberapa rekan absen karena cedera. Ia sering mencetak 20 poin lebih dalam banyak laga, termasuk ledakan 34 poin melawan Pelicans dengan efisiensi tinggi dari luar garis tiga angka. Rata-rata poinnya mencapai karir tertinggi sekitar 24,4 poin, disertai 3,8 rebound dan 2,7 assist, dengan persentase tembakan tiga angka di atas 42 persen. Peran lebih besar di Heat membuatnya menjadi ancaman konsisten di ofensif, membantu tim bertahan di posisi tengah Konferensi Timur dengan rekor sekitar 20-16. Performanya ini melanjutkan tren positif dari musim sebelumnya, tapi kini dengan tanggung jawab lebih besar yang semakin mengukuhkan kasus All-Star-nya.
Pernyataan Langsung dan Dukungan dari Rekan: Norman Powell Ingin Masuk All-Star Musim Ini
Powell tidak ragu menyuarakan keyakinannya pasca-pertandingan baru-baru ini. Ia menyebut bahwa rekan-rekan di liga sering mengatakan kepadanya bahwa ia adalah All-Star, dan ia merasa pantas masuk skuad tahun ini. “Saya pikir saya telah membuktikan kasusnya, dan saya percaya saya layak masuk,” katanya, sambil menambahkan bahwa tujuan utama tetap membantu tim menang. Sikap ini menunjukkan kematangan, di mana ia fokus pada performa lapangan daripada terlalu memikirkan voting. Meski voting fans awal menempatkannya di luar top 10 Timur, peluangnya besar datang dari suara pelatih yang memilih reserve, mengingat kontribusinya nyata bagi Heat di musim yang kompetitif.
Tantangan dan Peluang di Voting All-Star
Proses pemilihan All-Star musim ini tanpa pembagian posisi membuat persaingan semakin ketat, terutama di Timur yang penuh talenta. Powell kemungkinan besar tidak akan jadi starter karena voting fans masih didominasi nama besar, tapi ia punya argumen kuat untuk reserve. Heat sedang dalam posisi play-in yang stabil, dan Powell menjadi motor utama ofensif saat pemain kunci lain cedera. Jika ia terus konsisten, terutama di laga-laga mendatang, dukungan dari pelatih bisa membawanya ke acara All-Star pertama kalinya. Ambisi ini juga menjadi motivasi ekstra, setelah hampir masuk tahun lalu tapi akhirnya terlewat.
Kesimpulan
Norman Powell dengan tegas ingin masuk All-Star musim ini, didukung performa karir tertinggi dan pernyataan percaya diri pasca-laga impresif di awal 2026. Dari ledakan poin hingga kontribusi krusial bagi Heat, ia telah membangun kasus kuat yang diakui rekan seliga. Meski voting fans belum maksimal, peluang reserve masih terbuka lebar jika tren positif berlanjut. Di usia matang, Powell membuktikan bahwa kerja keras bisa membuahkan pengakuan tertinggi, dan musim ini bisa menjadi momen bersejarah baginya di liga basket profesional.