Klay Thompson Melampaui Lillard di Rekor 3 Point. Klay Thompson resmi melampaui Damian Lillard dalam daftar pencetak tiga angka terbanyak sepanjang sejarah liga pada pertandingan melawan Denver Nuggets, Rabu malam 15 Januari 2026, di mana ia mencetak enam tripoin tambahan untuk mencapai total 2.833 lemparan tiga angka sukses, satu lebih banyak dari Lillard yang kini berada di posisi keenam; momen itu terjadi di kuarter ketiga ketika Thompson melesakkan tripoin dari sudut kiri setelah menerima umpan cepat, langsung disambut tepuk tangan meriah dari penonton dan rekan setim yang sudah mengetahui rekor akan tercipta malam itu, pencapaian ini menambah satu babak lagi dalam karir Thompson yang dikenal sebagai salah satu penembak tiga angka paling akurat dan konsisten sepanjang masa, terutama mengingat ia sempat absen panjang karena cedera serius di masa lalu. BERITA OLAHRAGA
Perjalanan Rekor Klay Thompson: Klay Thompson Melampaui Lillard di Rekor 3 Point
Thompson mulai menanjak di daftar pencetak tiga angka sejak musim rookie-nya, tapi lonjakan besar terjadi selama era keemasan timnya di mana ia membentuk duo mematikan bersama rekan setimnya dan menjadi ancaman konstan dari luar garis; meski pernah mengalami dua cedera Achilles dan ACL yang membuatnya absen hampir tiga musim penuh, Thompson kembali dengan tembakan yang tetap tajam dan efisiensi tinggi, rata-rata tripoin per musimnya selalu berada di atas 3,5 bahkan setelah kembali dari cedera, rekor ini tercapai lebih lambat dibandingkan beberapa shooter lain karena jumlah pertandingan yang hilang, tapi justru itulah yang membuat pencapaiannya semakin istimewa karena membuktikan ketangguhan mental dan fisiknya, Thompson sendiri mengaku tidak terlalu memikirkan ranking sepanjang karir tapi merasa bangga karena bisa kembali ke level terbaik dan terus menambah angka di daftar legenda.
Perbandingan dengan Damian Lillard: Klay Thompson Melampaui Lillard di Rekor 3 Point
Damian Lillard selama ini dikenal sebagai salah satu penembak tiga angka paling clutch dan berani mengambil lemparan sulit di detik-detik akhir, dengan gaya pull-up dan step-back yang ikonik, sehingga banyak yang menganggap ia akan sulit dilewati dalam waktu dekat; namun Thompson unggul dalam hal akurasi karir dan konsistensi volume tinggi, terutama di musim-musim puncaknya ketika ia sering mencetak lebih dari 260 tripoin per musim, perbandingan ini juga menarik karena keduanya mewakili era berbeda, Lillard lebih sering bermain sebagai primary creator yang menciptakan tembakannya sendiri sementara Thompson lebih banyak memanfaatkan off-ball movement dan catch-and-shoot, meski kini Thompson sudah melampaui Lillard, banyak pengamat memperkirakan Lillard masih punya cukup waktu untuk merebut kembali posisi itu mengingat usianya yang lebih muda dan produktivitasnya yang masih tinggi, sehingga rivalitas rekor ini kemungkinan akan terus berlanjut dalam beberapa musim ke depan.
Dampak bagi Karir Thompson dan Liga
Melampaui Lillard menambah bobot pada argumen bahwa Thompson termasuk dalam daftar lima penembak tiga angka terbaik sepanjang masa, sebuah pencapaian yang semakin kuat setelah ia berhasil kembali dari cedera dan tetap menjadi ancaman mematikan di usia 35 tahun; rekor ini juga menjadi bukti bahwa ketepatan tembakan dan pemahaman permainan off-ball bisa sama berharganya dengan volume tinggi dan kreasi sendiri, bagi liga sendiri momen ini menjadi pengingat bahwa era tiga angka modern terus berkembang dengan standar yang semakin tinggi, di mana pemain seperti Thompson membuka jalan bagi generasi berikutnya untuk mengejar angka-angka besar tanpa mengorbankan efisiensi, Thompson pasca-pertandingan menyatakan bahwa ia berterima kasih atas kesempatan bermain lama dan tetap sehat, serta berjanji akan terus menembak selama tubuh masih mengizinkan, menunjukkan bahwa pencapaian ini bukan akhir melainkan bagian dari perjalanan panjangnya di liga.
Kesimpulan
Klay Thompson berhasil melampaui Damian Lillard dalam daftar pencetak tiga angka terbanyak menjadi bukti ketangguhan dan kelasnya sebagai salah satu shooter terbaik yang pernah ada; meski sempat diragukan setelah cedera panjang, ia kembali dengan tembakan yang tetap akurat dan konsisten, menambah satu lagi prestasi bersejarah pada karir yang sudah penuh gelar dan momen ikonik, rekor ini tidak hanya milik Thompson pribadi tapi juga menjadi inspirasi bagi pemain muda yang ingin mengembangkan lemparan luar mereka, sementara bagi liga ini menjadi pengingat bahwa persaingan rekor individu terus hidup dan mendorong standar permainan semakin tinggi, dengan Thompson yang masih produktif di usia 35 tahun, daftar pencetak tiga angka teratas kemungkinan masih akan berubah beberapa kali lagi di masa mendatang.