Kevin Durant Masih Belum Ingin Pensiun dari Dunia NBA. Pada 16 Oktober 2025, Kevin Durant kembali jadi sorotan media basket Amerika saat ia ungkapkan niat kuat untuk lanjutkan karir di NBA tanpa rencana pensiun segera. Dalam wawancara eksklusif dengan Sports Illustrated, Durant, yang baru bergabung Houston Rockets musim panas lalu melalui trade kontroversial dari Phoenix Suns, tegas bilang: “Saya ingin main di sini selama mungkin, habiskan tahun-tahun akhir karir saya. Itu niat saya.” Pernyataan ini datang tepat di akhir preseason, di mana Durant dominasi dengan rata-rata 25 poin per laga dari empat pertandingan persiapan. Di usia 37 tahun, Durant bukti fisiknya masih prima—meski kontraknya habis musim ini—dan negosiasi extension dua tahun sedang berlangsung. Bagi Rockets, yang finis peringkat delapan Barat musim lalu, ini jadi suntikan semangat untuk incar playoff lebih dalam. Di tengah spekulasi pensiun yang beredar sejak akhir musim lalu, Durant tekankan: “Saya belum siap lepas bola ini.” Artikel ini kupas pernyataan itu, performa terkini, dan visi jangka panjangnya di liga. BERITA BOLA
Pernyataan Durant yang Redam Isu Pensiun: Kevin Durant Masih Belum Ingin Pensiun dari Dunia NBA
Kevin Durant selalu jadi magnet spekulasi soal pensiun, terutama setelah musim 2024-2025 yang penuh cedera bahu dan pergelangan tangan di Suns, di mana ia main cuma 55 laga dengan rata-rata 26 poin. Trade ke Rockets Juli lalu—melibatkan enam tim dan aset draft pick—langsung picu pertanyaan: apakah ini babak akhir? Tapi di wawancara kemarin, Durant balas tegas: “Saya bilang hal sama soal Phoenix, tapi kali ini beda—saya rasakan energi baru di sini.” Ia soroti chemistry dengan Jalen Green dan Alperen Sengun, yang duetnya di preseason raup 40 poin gabungan per laga.
Pernyataan ini tumpah dari pengalaman: Durant, dengan empat gelar juara dan dua MVP final, paham tekanan usia. “Saya tak ingin pensiun di puncak, tapi habiskan sebanyak mungkin tahun di lapangan,” katanya, ingatkan masa sulit di Brooklyn 2021 di mana cedera batasi ia ke 35 laga. Rockets langsung respon positif—pelatih Ime Udoka sebut negosiasi extension “hampir rampung”, dengan opsi player tahun kedua untuk fleksibilitas. Ini redam isu pensiun yang beredar sejak Februari lalu, saat Durant absen sebulan. Bagi liga, pernyataan ini beri harapan: Durant, dengan shooting 50 persen tembakan lapangan musim lalu, masih aset berharga di era three-point.
Performa Terkini Durant yang Bukti Ketangguhan: Kevin Durant Masih Belum Ingin Pensiun dari Dunia NBA
Durant bukti kata-katanya dengan aksi di preseason 2025, di mana ia main empat laga tanpa absen, cetak 25 poin rata-rata dengan efisiensi 52 persen tembakan. Di laga penutup lawan Clippers kemarin, ia raup 28 poin, termasuk 4-6 dari jarak tiga, plus 7 rebound—performa yang bikin Rockets unggul 15 poin di kuarter ketiga. Tinggi 208 cm dengan wingspan 226 cm, Durant tetap tak tergantikan: ia kuasai isolasi dengan dribel ketat, menang 65 persen matchup satu lawan satu, dan blok 1,2 per laga. Udoka puji: “Kevin seperti anggur—semakin tua, semakin enak.”
Ini kontras musim lalu di Suns, di mana cedera batasi ia ke 65 persen menit potensial, tapi Rockets beri beban lebih ringan: ia main 30 menit rata-rata preseason, fokus scoring tanpa overwork. Kontribusi defensifnya naik—ia intersepsi 1,5 per laga—bukti adaptasi ke sistem Udoka yang pressing tinggi. Di usia 37, Durant tak lagi atlet super, tapi shooting mid-range 55 persen-nya tetap elite, ciptakan spacing untuk Green. Preseason ini, Rockets menang tiga dari empat, dan Durant jadi MVP tidak resmi. Ini bukti: pensiun bukan opsi sekarang—ia lapar gelar kelima.
Visi Durant dan Dampak bagi Rockets Jangka Panjang
Kevin Durant lihat Rockets sebagai rumah akhir: “Saya ingin pensiun di sini, kalau memungkinkan.” Visi ini selaras ambisi tim: dari finis delapan musim lalu, Rockets target top-4 Barat musim ini, dengan Durant sebagai kapten scoring di sekitar Sengun dan Green. Extension dua tahun beri kestabilan—gaji 50 juta per tahun dengan bonus performa—sambil jaga cap space untuk rekrut 2027. Udoka rencanakan Durant di lineup awal, duet Green untuk transisi cepat, tingkatkan pace jadi 102 possession per game.
Dampak jangka panjang luas: Durant mentor bagi Jalen Green, yang usia 23 tahun butuh panduan scoring off-ball—mirip Durant di Warriors dulu. Rockets, yang rebuild sejak 2021, lihat Durant sebagai jembatan ke era kompetitif. Penggemar Toyota Center, rata-rata isi 18.000 jiwa, antusias—penjualan jersey Durant naik 40 persen sejak trade. Tantangan: cedera usia, tapi Durant investasi rehab pribadi untuk jaga fisik. Visi ini beri harapan: Rockets bisa capai final Barat 2027, dengan Durant capai 30.000 poin karir musim ini. Pensiun? Belum saatnya—ia siap tambah cincin lagi.
Kesimpulan
Pernyataan Kevin Durant soal tak ingin pensiun segera pada 16 Oktober 2025 jadi penyemangat bagi Rockets yang haus gelar. Dari dominasi preseason hingga visi jangka panjang, Durant bukti usia 37 tahun bukan penghalang—ia siap habiskan tahun akhir di Houston. Extension hampir pasti beri kestabilan, dan mentoring-nya angkat Green serta Sengun. Musim reguler mulai; dengan Durant, Toyota Center siap bergemuruh lagi. Dari spekulasi pensiun ke ambisi final, Durant tunjukkan kelasnya—Rockets beruntung, dan NBA untung lebih lama punya legenda ini.