Diftha Pratama Bingung Dengan Performa Hangtuah Jakarta. Diftha Pratama menyatakan kebingungannya secara terbuka setelah Hangtuah Jakarta mengalami serangkaian hasil mengecewakan di IBL 2026, di mana tim yang bermarkas di Jakarta ini sering kali memulai pertandingan dengan baik tapi kemudian kehilangan momentum secara tiba-tiba. Sebagai kapten tim, ia merasa bertanggung jawab atas performa kolektif yang naik-turun ini, terutama setelah kekalahan beruntun melawan tim kuat seperti Satria Muda dengan skor telak dan Dewa United di mana pemain lokal hanya bergantung padanya untuk mencetak double digit poin sementara yang lain tampil di bawah ekspektasi. Diftha menekankan bahwa masalah ini bukan soal kemampuan individu semata, melainkan mentalitas bertanding dan eksekusi gameplan yang belum konsisten, sehingga ia berharap tim bisa segera menemukan solusi sebelum musim reguler semakin panjang dan peluang playoff semakin tipis, mengingat Hangtuah pernah menunjukkan potensi besar di awal musim dengan beberapa kemenangan beruntun. INFO GAME
Inkonsistensi di Kuarter Ketiga yang Membingungkan: Diftha Pratama Bingung Dengan Performa Hangtuah Jakarta
Salah satu hal yang paling membuat Diftha Pratama bingung adalah penurunan performa tim di kuarter ketiga, di mana Hangtuah kerap kehilangan keunggulan atau bahkan membiarkan lawan membalikkan keadaan secara drastis. Ia menyebutkan bahwa tim sering kali tampil lamban setelah jeda paruh waktu, gagal menjaga intensitas pertahanan, dan membuat kesalahan sederhana seperti turnover atau tembakan terburu-buru yang tidak sesuai rencana pelatih. Contohnya terlihat jelas saat melawan Pelita Jaya atau tim lain, di mana kuarter ketiga menjadi titik lemah berulang yang menyebabkan kekalahan, meskipun di kuarter pertama dan kedua mereka mampu mengontrol ritme permainan dengan baik berkat kontribusi Diftha sendiri yang konsisten mencetak poin dan mengatur alur serangan. Kebingungan ini semakin dalam karena latihan telah difokuskan pada aspek tersebut, tapi eksekusi di lapangan masih belum membaik, sehingga Diftha merasa perlu evaluasi lebih dalam agar tim tidak terus jatuh ke lubang yang sama.
Mentalitas Bertanding sebagai Masalah Utama: Diftha Pratama Bingung Dengan Performa Hangtuah Jakarta
Diftha Pratama menyoroti bahwa mentalitas bertanding menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi Hangtuah Jakarta saat ini, di mana pemain terkadang tampak kehilangan fokus dan keberanian saat menghadapi tekanan dari lawan yang lebih kuat. Ia mengakui bahwa tim sering kali bermain di bawah standar penyelesaian akhir, terutama dalam situasi krusial seperti rebound kedua atau transisi cepat, yang membuatnya heran mengapa pola ini berulang meski sudah ada diskusi panjang di ruang ganti. Sebagai kapten, Diftha berusaha memberikan contoh dengan tetap tampil garang di lapangan, tapi ia menyadari bahwa perubahan harus datang dari seluruh skuad, termasuk pemain impor dan lokal muda, agar tidak lagi merasa puas dengan permainan setengah hati. Kebingungannya ini juga mencerminkan harapan tinggi terhadap tim yang pernah mencatat kemenangan tipis atas lawan tangguh seperti Kesatria Bengawan Solo, di mana ia sendiri memimpin dengan poin tinggi, tapi kontras dengan kekalahan telak lain yang membuat performa secara keseluruhan sulit diprediksi.
Upaya Mencari Solusi dan Peran Diftha sebagai Pemimpin
Meski bingung, Diftha Pratama tetap optimistis dan aktif mencari solusi bersama pelatih serta rekan setim, termasuk rencana mencari guard lokal yang lebih akurat dalam menembak untuk memperkuat lini belakang dan mengurangi ketergantungan pada performa individu. Ia menekankan pentingnya tidak mengulangi kesalahan lama, seperti yang terjadi pasca kekalahan dari Dewa United, di mana tim akhirnya bisa bangkit di laga berikutnya dengan menjaga konsistensi. Peran Diftha sebagai kapten dan shooting guard senior menjadi krusial di sini, karena ia sering menjadi satu-satunya pemain lokal yang mencetak double digit dan memberikan stabilitas, tapi ia sadar bahwa tim butuh kontribusi merata agar tidak lagi bergantung padanya semata. Dengan musim masih berjalan, Diftha berharap evaluasi ini bisa segera membuahkan hasil, sehingga Hangtuah bisa kembali ke jalur kemenangan dan membuktikan potensi sebenarnya di liga domestik yang semakin kompetitif.
Kesimpulan
Kebingungan Diftha Pratama terhadap performa Hangtuah Jakarta mencerminkan situasi tim yang penuh kontradiksi di IBL 2026, di mana potensi besar sering kali terganggu oleh inkonsistensi dan masalah mental yang berulang. Sebagai kapten yang telah lama berkiprah, ia menjadi suara penting yang mengingatkan semua pihak untuk segera memperbaiki kelemahan, terutama di kuarter ketiga dan penyelesaian akhir, agar tim tidak terus kehilangan poin berharga. Jika masalah ini teratasi, Hangtuah memiliki peluang realistis untuk finis di posisi yang lebih baik dan bersaing di playoff, dengan Diftha tetap menjadi figur sentral yang memberikan energi dan kepemimpinan. Pendukung tim tentu berharap kebingungan ini segera berubah menjadi kejelasan dan performa stabil, sehingga musim ini bisa menjadi langkah maju bagi klub yang terus berjuang di level tertinggi basket Indonesia.