David Adelman menyebut Jokic Tidak Bisa Bermain. Pelatih Denver Nuggets David Adelman memberikan pernyataan terbuka mengenai kondisi Nikola Jokic yang sedang menepi karena cedera lutut kiri. Dalam sesi wawancara pada 10 Januari 2026, Adelman menjelaskan bahwa Jokic merasa sangat gelisah dan tidak bisa bermain seperti biasa. Cedera hiperekstensi lutut yang dialami Jokic sejak akhir Desember 2025 membuatnya absen selama beberapa minggu, dan Adelman menekankan betapa sulitnya situasi ini bagi sang bintang yang jarang sekali absen. Pernyataan ini muncul di tengah perjuangan Nuggets tanpa Jokic, sekaligus menyoroti dampak besar kepergiannya terhadap tim. TIPS MASAK
Kondisi Cedera dan Proses Pemulihan Jokic: David Adelman menyebut Jokic Tidak Bisa Bermain
Jokic mengalami cedera saat melawan Miami Heat pada 29 Desember 2025, di mana lutut kirinya hiperekstensi dan disertai bone bruise. Awalnya, tim medis memperkirakan pemulihan minimal empat minggu, yang berarti Jokic akan melewatkan sekitar 14-16 pertandingan. Adelman mengungkapkan bahwa Jokic sedang menjalani rehab dengan sangat disiplin, termasuk latihan angkat beban ringan untuk menguji batas tubuhnya. Namun, pemulihan lebih bergantung pada bagaimana lutut terasa keesokan harinya setelah aktivitas. Adelman menambahkan bahwa Jokic bukan tipe pemain yang suka absen—dia hampir tidak pernah melewatkan pertandingan selama satu dekade terakhir. Situasi ini membuat Jokic merasa gelisah karena terbiasa berada di lapangan setiap hari.
Dampak Absennya Jokic terhadap Nuggets: David Adelman menyebut Jokic Tidak Bisa Bermain
Tanpa Jokic, Nuggets harus beradaptasi dengan rotasi yang terbatas. Tim sudah kehilangan beberapa pemain kunci karena cedera lain, sehingga beban semakin berat. Meski demikian, Adelman memuji usaha pemain pengganti yang berjuang keras. Namun, absennya Jokic terasa di hampir setiap aspek permainan: scoring di paint, playmaking, dan rebound. Nuggets mengalami penurunan di paint points dan second-chance opportunities. Adelman juga menyentil aturan 65 pertandingan untuk penghargaan individu seperti MVP, menyebut bahwa aturan itu agak mengganggu karena Jokic bukan pemain yang sengaja istirahat—dia selalu bermain kecuali terpaksa karena cedera. Kekhawatiran ini muncul karena absen panjang bisa mengancam kelayakan Jokic untuk MVP musim ini, meski prioritas utama tetap pemulihan penuh.
Reaksi Adelman dan Harapan ke Depan
Adelman menekankan bahwa cedera ini bagian dari sepak bola basket profesional dan tim hanya bisa berharap yang terbaik. Dia menggambarkan Jokic sebagai “warrior” dalam proses rehab, selalu berusaha maksimal untuk kembali secepat mungkin. Pernyataan Adelman mencerminkan rasa hormat tinggi terhadap Jokic sebagai pemain yang tidak pernah mengeluh atau memilih absen. Nuggets berharap Jokic bisa kembali akhir Januari atau awal Februari, tergantung progres pemulihan. Adelman optimis bahwa tim bisa bertahan selama periode ini, tapi kehadiran Jokic akan langsung mengubah dinamika. Pernyataan ini juga menjadi pengingat bagi fans bahwa meski Jokic tampak tak terkalahkan di lapangan, tubuh manusia tetap punya batas.
Kesimpulan
David Adelman secara jujur menyatakan bahwa Nikola Jokic merasa gelisah dan tidak bisa bermain karena cedera lutut yang memaksanya absen cukup lama. Pernyataan ini menyoroti betapa jarangnya Jokic melewatkan pertandingan dan betapa sulitnya situasi ini bagi pemain serta tim. Nuggets sedang berjuang tanpa bintang utamanya, tapi proses pemulihan Jokic berjalan positif dengan harapan kembali akhir Januari. Absen ini juga memunculkan diskusi soal aturan liga yang bisa memengaruhi penghargaan individu. Bagi Nuggets dan fans, kembalinya Jokic menjadi kunci untuk membalikkan tren dan kembali ke jalur juara. Semua pihak kini menunggu kabar baik dari proses rehab sang MVP tiga kali.