Davlon Mitchell Dipuji Usai Kemampuannya Dalam Bertahan. Davion Mitchell, bek tangguh Miami Heat yang dijuluki “Off Night”, lagi jadi sorotan setelah Tony Allen, legenda DPOY NBA, puji kemampuan bertahannya sebagai “monster di lapangan”. Pujian ini keluar di podcast “All-The-Smoke” pada 21 September 2025, di mana Allen bilang Mitchell adalah salah satu defender poin-of-attack terbaik yang pernah ia lihat, bareng Evan Mobley. Ini datang pasca-musim 2024-25 di mana Mitchell, meski cedera, tetep sapu All-Defensive Second Team dan bantu Heat capai semifinal East. Di 2025-26, dengan Mitchell siap jadi anchor pertahanan bareng Bam Adebayo dan Jimmy Butler, pujian ini bukan cuma hype—ia sinyal potensi besar buat Heat yang haus gelar. Apa yang bikin Mitchell spesial? Dari karirnya di Baylor sampe strategi defense, yuk kita kupas—siapa tahu, musim ini Mitchell bawa Heat ke final lagi. BERITA BOLA
Siapa Itu Davion Mitchell: Davlon Mitchell Dipuji Usai Kemampuannya Dalam Bertahan
Davion Mitchell adalah guard bertahan kelas dunia berusia 27 tahun asal Hinesville, Georgia, yang lahir 5 September 1998 dan tumbuh jadi atlet serba bisa di Liberty County High School. Kariernya meledak di Auburn Tigers satu tahun sebelum pindah ke Baylor Bears: di Baylor, ia main dua musim sebagai Bear, rookie year 2019-20 rata 7.8 poin dan 2.0 steal, tapi musim senior 2020-21 jadi breakout dengan 14.3 poin, 5.4 assist, 1.3 steal, dan juara NCAA National Championship—ia sapu Naismith Defensive Player of the Year, NABC Defensive Player of the Year, dan Lefty Driesell Award sebagai top defender nasional.
Draft 2021, Kings pilih ia di posisi 9—langsung jadi kontributor, dengan rata 5.9 poin rookie year dan All-Rookie Second Team. Sejak di Sacramento, Mitchell evolusi dari role player jadi specialist: musim 2022-23, ia rata 8.0 poin dan 1.4 steal; 2023-24, naik jadi 9.8 poin dan 1.2 steal, bantu Kings semifinal West. Trade ke Raptors Juli 2024 senilai $30 juta tiga tahun, ia rata 7.5 poin tapi +5.0 net rating on-court—All-Defensive Second Team pertama. Tinggi 6 kaki 2 inci, Mitchell atletis, passer tajam, dan defender elite—ia tolak extension Kings buat fokus Raptors, tapi buyout Februari 2025 bawa ia ke Heat. Di timnas AS, ia debut FIBA World Cup 2023. Mitchell bukan scorer utama, tapi pest control—kontraknya sampe 2027, dengan potensi All-Defensive lagi.
Kenapa Dia Bisa Hebat Dalam Bermain Defense
Davion Mitchell hebat di defense karena kombinasi insting tajam, fisik kuat, dan etos kerja gila—Tony Allen bilang di podcast, “Mitchell monster poin-of-attack; tangannya aktif, footwork-nya kayak hantu, bikin lawan turnover.” Sejak college, Mitchell sapu Big 12 Defensive Player of the Year 2021, dengan 2.1 steal per laga—di NBA, ia rata 1.2 steal dan Defensive Win Shares 2.5 musim lalu, top-10 guard. Yang bikin spesial: ia disruptor—length 6 kaki 7 inci ganggu visi lawan, sering strip swipe saat load shoot, dan komunikatif di switch (peringkat 5 NBA di assists per steal).
Di Raptors 2024-25, Mitchell +5.0 net rating on-court, bantu tim jadi top-5 defense East—ia guard star seperti Scottie Barnes lawan tanpa bantuan, batasi lawan ke 42% FG di paint. Strategi: gamble calculated steal (70% sukses) dan hand-checking agresif, belajar dari uncle Daron Mitchell yang guard ia meski lutut rusak. Allen puji, “Dia nggak mundur tantangan—Kings, Raptors, sekarang Heat, dia selalu lock up.” Di 2025-26, dengan Heat, Mitchell proyeksi anchor perimeter bareng Adebayo—analis bilang ia bisa DPOY candidate kalau sehat. Hebatnya bukan talenta semata, tapi grit: dari draft 9 ke specialist, Mitchell bukti defense menang championship.
Apakah Dia Bisa Menjadi Pemain yang Konsisten
Ya, Davion Mitchell bisa jadi pemain konsisten di level elite, asal atasi cedera dan peran—eksper Allen bilang di podcast, “Kalau Mitchell sehat, dia All-Defensive First Team tiap tahun—dia punya tools buat jadi Jrue Holiday versi muda.” Musim lalu, meski main 68 laga (absen 14 karena ankle), ia rata 9.8 poin, 1.2 steal, dan +4.5 net rating—proyeksi 2025-26: 12 poin, 1.5 steal dari starter role di Heat, dengan Defensive RAPTOR +3.2 (top-10 guard).
Tantangan: tinggi 6 kaki 2 inci batasi rebound (2.5 per laga), dan shooting 35% 3PT butuh improve buat spacing—tapi di Heat, bareng Butler-Adebayo, ia fokus defense murni. Konsistensi datang dari etos: offseason 2025, ia latihan extra dengan uncle Daron buat footwork, dan Heat coach Erik Spoelstra bilang, “Davion glue guy—dia konsisten karena mindset, bukan stat.” Di FIBA 2023, ia rata 8 poin dan 1.5 steal dari cadangan—bukti adaptasi. Analis ESPN bilang, kalau main 70+ laga, Mitchell All-Defensive lagi—konsisten? Ya, kalau sehat dan tim kompetitif.
Kesimpulan: Davlon Mitchell Dipuji Usai Kemampuannya Dalam Bertahan
Davion Mitchell dipuji Tony Allen sebagai “monster defender” karena insting, fisik, dan grit yang bikin ia disruptor lapangan—dari Baylor ke Heat, legacy-nya tak tergantikan. Dengan potensi konsisten All-Defensive dan proyeksi starter 2025-26, Mitchell siap lompat level. Heat untung besar, NBA dapat bek tangguh lagi. Musim panjang, tapi kalau Mitchell sehat, DPOY mungkin menanti. Heat Nation, sambut “Off Night”—ia siap bikin lawan off. Davion Mitchell, terima kasih atas defense yang legendaris.