Wemby dan Luka Dominasi NBA All-Star Barat. Pengumuman starter NBA All-Star Game 2026 pada 19 Januari langsung bikin heboh: Victor Wembanyama dan Luka Dončić jadi sorotan utama di Western Conference. Luka, yang baru gabung Lakers, pimpin voting fan secara keseluruhan dengan suara tertinggi, sementara Wemby menang tiebreaker dramatis lawan Anthony Edwards untuk slot terakhir starter. Starter Barat akhirnya: Luka Dončić (Lakers), Shai Gilgeous-Alexander (Thunder), Stephen Curry (Warriors), Nikola Jokić (Nuggets), dan Victor Wembanyama (Spurs). Empat dari lima ini first-time starter, termasuk Wemby yang baru kali kedua All-Star tapi langsung starter. Dominasi duo internasional ini—Luka dan Wemby—tunjukkan pergeseran kekuatan di Barat, di mana bintang muda dan global ambil alih spotlight. BERITA OLAHRAGA
Proses Voting dan Drama Tiebreaker NBA All-Star: Wemby dan Luka Dominasi NBA All-Star Barat
Voting starter pakai weighted system: 50% fan vote, 25% pemain, 25% media. Luka Dončić jadi top vote-getter secara keseluruhan, unggul jauh berkat performa monster di Lakers—rata-rata 33+ poin, 8+ assist, dan bawa tim ke top seed Barat. Shai Gilgeous-Alexander ikut dominan sebagai reigning MVP candidate, Curry tetap elite di usia 37, Jokić meski cedera knee tetap masuk berkat stats gila 29+ poin, 12 rebound, 11 assist. Drama terbesar di slot kelima: Wembanyama dan Anthony Edwards tie di weighted score 5.75. Fan vote jadi tiebreaker—Wemby unggul tipis 1,965,462 lawan 1,960,957 suara Edwards. Ini bikin Wemby starter pertama Spurs sejak lama, dan highlight betapa fan global suka ukuran serta skill uniknya. Format baru All-Star tanpa posisi tetap bikin voting lebih fleksibel, tapi juga tambah kompetitif di Barat yang penuh bintang.
Performa Musim Ini yang Bikin Wemby dan Luka Layak Dominasi: Wemby dan Luka Dominasi NBA All-Star Barat
Luka Dončić langsung jadi motor Lakers pasca-trade dari Mavericks. Scoring-nya elite, playmaking visinya tak tertandingi, dan chemistry dengan LeBron bikin offense Lakers jadi salah satu terbaik liga. Ia pimpin MVP race dan bawa Lakers ke posisi tinggi Barat. Victor Wembanyama, di tahun kedua, rata-rata 24.5 poin, 10.9 rebound, 2.6+ block—tunjukkan kenapa ia generational talent. Spurs naik drastis di standings berkat Wemby plus tambahan seperti De’Aaron Fox dan Stephon Castle. Ia juga jadi ancaman three-point (38%+) selain rim protection monster. Duo ini representasi internasional kuat: Luka dari Slovenia, Wemby dari Prancis. Dengan Jokić (Serbia), SGA (Kanada), dan Curry (AS), starter Barat punya mix skill all-around yang bikin World team potensial dominan di format baru.
Format Baru All-Star dan Prospek di Intuit Dome
All-Star Game 2026 di Intuit Dome, Los Angeles, 15 Februari, pakai format round-robin unik: dua tim US dan satu tim World, main mini-tournament dengan tiga laga 12 menit. Starter Barat ini hampir semua calon World team (kecuali Curry), jadi Luka dan Wemby bisa tandem lawan US stars seperti Giannis atau yang lain. Ini bikin event lebih kompetitif dan bernuansa Olimpiade-lite, terutama karena berbarengan Winter Olympics 2026. Dominasi voting Luka dan Wemby tunjukkan fan suka narasi global—internasional players ambil alih voting fan. Reserve akan diumumkan coach vote 1 Februari, dan commissioner Adam Silver bisa tambah pemain jika perlu balance 16 US vs 8 international. Dengan hype ini, All-Star Februari bakal penuh drama dan highlight.
Kesimpulan
Wembanyama dan Luka Dončić benar-benar dominasi starter Western Conference All-Star 2026—Luka pimpin voting, Wemby menang tiebreaker epik. Ini bukan cuma soal stats, tapi simbol pergeseran era: dari veteran seperti LeBron (yang absen starter pertama kali) ke generasi muda global yang explosive. Dengan format baru di Intuit Dome, duo ini punya kesempatan bikin show besar di World team. NBA lagi masuk fase baru, dan Luka plus Wemby jadi wajah depannya. Februari nanti, mata semua tertuju ke mereka—siap-siap nonton dominasi berlanjut!