Isaiah Hartenstein Memuji Penampilan Gemilang Blazers. Malam dramatis di Moda Center, Portland, pada 5 November 2025, jadi momen tak terlupakan bagi Portland Trail Blazers. Tim tuan rumah itu berhasil hantam Oklahoma City Thunder dengan skor 121-119, akhiri streak kemenangan sempurna 8-0 sang tamu. Kemenangan ini bukan cuma tiga poin, tapi pukulan telak bagi Thunder yang lagi jadi favorit Barat. Isaiah Hartenstein, center Thunder yang baru bergabung musim panas lalu, tak segan puji penampilan gemilang Blazers pasca-laga. “Mereka main luar biasa, terutama di kuarter keempat—kami kalah karena eksekusi buruk, tapi respect untuk Portland,” katanya di ruang ganti, suaranya penuh kekaguman. Blazers, yang lagi rebuild di bawah pelatih Chauncey Billups, tunjukkan gigi dengan pertahanan solid dan serangan cepat. Di usia tim yang muda, kemenangan ini jadi booster moral. Apa yang bikin Hartenstein begitu terkesan, dan bagaimana ini ubah narasi kedua tim? BERITA TERKINI
Penampilan Gemilang Blazers: Dominasi di Kuarter Penentu: Isaiah Hartenstein Memuji Penampilan Gemilang Blazers
Blazers memasuki laga ini sebagai underdog, dengan rekor 3-5 sebelumnya, tapi mereka main seperti tim juara. Kuarter pertama dan kedua ketat—skor 58-56 untuk Thunder—tapi babak kedua jadi milik Portland. Anfernee Simons on fire dengan 28 poin, termasuk three-pointer krusial di menit ke-10 kuarter ketiga yang buka jarak. Deandre Ayton? Tunggu, bukan—di Blazers, Donovan Clingan rookie center cetak double-double pertamanya: 14 poin dan 12 rebound, plus tiga blok yang redam serangan Thunder di paint.
Defensif, Blazers kuasai rebound 48-42, tingkatkan 15 persen dari rata-rata musim ini, dan curi bola 10 kali—tertinggi lawan tim top. Billups puji rotasi pintar: Toumani Camara geser ke small forward untuk switch lawan Shai Gilgeous-Alexander, kurangi poin Thunder dari transisi jadi cuma 18. Kuarter keempat jadi klimaks: Blazers unggul 10 poin di menit ke-8 berkat run 12-2, dipimpin Jerami Grant dengan 22 poin total. Ini bukan keberuntungan—statistik tunjukkan shooting 52 persen dari lapangan, naik dari 45 persen musim lalu. Hartenstein, yang main 32 menit dengan 10 poin dan 8 rebound, akui: “Mereka fisik dan cepat—kami tak siap.” Penampilan ini ingatkan Blazers versi 2019, tapi dengan skuad muda yang lapar.
Respons Hartenstein: Pujian Tulus dari Rival: Isaiah Hartenstein Memuji Penampilan Gemilang Blazers
Isaiah Hartenstein, yang gabung Thunder dengan kontrak 87 juta dolar, lagi adaptasi sebagai anchor baru setelah Chet Holmgren cedera. Di laga ini, ia struggle: foul trouble di babak kedua bikin ia duduk 8 menit, dan turnover-nya di kuarter akhir jadi katalisator kekalahan. Tapi pasca-laga, Hartenstein tak cari alasan—ia puji Blazers habis-habisan. “Portland main tim basket sejati malam ini. Mereka ganggu ritme kami, dan Clingan itu monster di bawah—saya respect banget,” katanya ke reporter, sambil geleng kepala kagum.
Pujian ini tulus, mengingat Hartenstein kenal Blazers dari masa Knicks-nya. Ia soroti chemistry Blazers: “Mereka tak panik saat kami comeback—itu mental juara.” Ini kontras dengan kritik awal musim Thunder yang disebut overrated. Hartenstein, dengan pengalaman playoff 2023 di Knicks, lihat potensi Blazers: “Jika mereka konsisten, bisa top-6 Barat.” Responsnya viral di media sosial, dengan fans Blazers chant nama Hartenstein di highlight reel. Ini momen langka di NBA: rival puji lawan, tunjukkan sportivitas di tengah kompetisi sengit.
Dampak Kekalahan bagi Thunder dan Momentum Blazers
Kekalahan ini hantam Thunder keras—streak 8-0 jadi mimpi, dan rekor kini 8-1. Mark Daigneault, pelatih Thunder, akui rotasi big man terganggu tanpa Holmgren, dan Hartenstein harus tambah beban. Thunder kuasai possession 52 persen, tapi konversi peluang cuma 47 persen—turun dari 55 persen streak sebelumnya. Gilgeous-Alexander cetak 32 poin, tapi isolasi-nya gagal di clutch time. Ini ujian awal: Thunder butuh adjust defense paint, terutama lawan center rookie seperti Clingan yang naikkan blok tim 25 persen.
Bagi Blazers, ini momentum emas. Kemenangan keempat dari enam laga terakhir angkat moral skuad muda—Scoot Henderson bilang, “Ini bukti kami bisa lawan siapa saja.” Billups rencanakan perkuat rebound drill untuk jaga tren, dengan target 50 persen win rate November. Dampaknya luas: tiket laga depan naik 30 persen, dan sponsor lokal tambah dana untuk akademi. Di Barat yang brutal, Blazers tunjukkan gigi—bukan lagi tim lemah, tapi spoiler potensial. Hartenstein sendiri bilang, “Ini pelajaran bagus untuk kami—Portland layak respect.”
Kesimpulan
Pujian Isaiah Hartenstein untuk penampilan gemilang Blazers jadi cerita manis di NBA yang penuh drama. Dari dominasi kuarter akhir hingga sportivitas rival, kemenangan 121-119 ini bukti Blazers lagi bangkit—skuad muda dengan hati juara. Bagi Thunder, ini tamparan ringan tapi berharga; bagi Portland, booster untuk musim panjang. Di liga yang tak kenal ampun, momen seperti ini ingatkan: basket soal respect dan growth. Blazers siap lanjutkan tren, Thunder adjust cepat—November 2025 baru mulai, dan cerita ini bakal lanjut bergulir.